Perangkat Listrik KRL “Tempo Doeloe” Tidak seperti kereta api uap, operasional …


   

Perangkat Listrik KRL “Tempo Doeloe”

Tidak seperti kereta api uap, operasional kereta api bertenaga listrik atau KRL meski lebih ramah lingkungan membutuhkan infrastruktur tambahan agar bisa berjalan normal. Infrastruktur ini berupa peralatan Listrik Aliran Atas (LAA) yang terpasang di atas rel kereta api. Di Batavia, listrik untuk KRL Elektrische Staatsspoorwegen (ESS) dipasok dari PLTA Kracak dan PLTA Ubrug. Dari dua PLTA di Bogor dan Sukabumi tersebut listrik dialirkan langsung melalui saluran udara transmisi 6000 volt ke 5 gardu induk yang tersebar di Bogor, Depok, Jatinegara, Pasar Senen, dan Ancol. Arus listrik bolak-balik 6000 volt AC yang mengalir ke gardu-gardu itu diubah menjadi arus listrik searah 1500 volt DC untuk kemudian disalurkan ke seluruh perangkat LAA di sepanjang jalur KRL. Melalui tiang-tiang LAA inilah arus listrik dialirkan ke dalam motor-motor penggerak rangkaian KRL.

Deretan tiang LAA pertama kali dipasang mulai dari Stasiun Jatinegara, Pasar Senen, Kemayoran, sampai Tanjung Priok pada 1921. Pemasangan prasarana KRL itu termasuk pembangunan substation atau gardu penyeimbang tegangan listrik setiap 5 kilometer. Tiga tahun kemudian pemasangan perangkat LAA selesai dan pertama kali diuji coba pada Desember 1924 menggunakan lokomotif listrik. Tahap kedua pemasangan perangkat LAA meliputi Jakarta Kota–Gambir–Manggarai–Jatinegara, dan Manggarai–Bogor dilakukan antara 1924 sampai 1930. Berdasarkan tren teknologi, arsitektural, dan perlambang unsur modern pada saat itu, penggunaan material besi sangat jamak di dunia perkeretaapian.

Sejak 1983 pemakaian beton untuk tiang LAA mulai diterapkan untuk menggantikan tiang besi. Tiang beton dinilai lebih efisien, lebih murah, usia lebih panjang, minim perawatan dibanding besi yang harus dicat berkala untuk menghindari karat. Walau saat ini sebagian besar sudah diganti dengan tiang beton, saat ini masih ada sejumlah kecil konstruksi tiang listrik peninggalan kolonial yang tetap terawat. Keberadaan konstruksi ini cukup penting sebagai penanda sejarah awal elektrifikasi jaringan rel kereta api di Jakarta.

BACA JUGA :  Pertama di Indonesia, KAI Divre II Hadirkan Kereta Bagasi Sepeda di KA Lokal#R...

#SejarahKRLIndonesia
#SepurUAP
#keretaapikita


****

Ikuti terus website informasi seputar kereta api jadwalkeretaapi.com. Disini anda akan menemukan informasi jadwal kereta api, jadwal krl, rute krl terbaru tahun 2022.

Sumber berita kereta api terbaru : Source