Kereta Api Brawijaya adalah salah satu layanan penumpang PT Kereta Api Indonesia (Persero). Brawijaya mulai beroperasi pada 10 Maret 2021 sebagai layanan kereta eksekutif Jakarta–Malang. Kereta ini melayani kebutuhan penumpang dengan titik asal dan tujuan serupa Gajayana, tetapi menempuh koridor yang berbeda. Profil ini menjelaskan perjalanan, asal-usul nama, pengoperasian, dan lintas pemberhentiannya tanpa menganggap jadwal lama masih berlaku sekarang. [1]
Profil Kereta Api Brawijaya
KA Brawijaya melayani Gambir – Malang, pulang-pergi, melewati Semarang dan Solo Jebres lalu Malang. Karakter layanannya berbeda menurut masa berlaku GAPEKA dan rangkaian yang digunakan. [1][2]
- Nama: Kereta Api Brawijaya.
- Operator: PT Kereta Api Indonesia (Persero).
- Jenis perjalanan: Antarkota.
- Relasi utama: Gambir – Malang, pulang-pergi, melewati Semarang dan Solo Jebres lalu Malang.
- Mulai beroperasi: 10 Maret 2021.
- Kelas layanan: Eksekutif; Priority tersedia pada layanan yang menawarkannya.
Karena relasinya sama-sama Gambir–Malang, pembaca tidak boleh mengira Brawijaya dan Gajayana memakai jalur yang sama melalui Purwokerto dan Yogyakarta. Brawijaya menggunakan lintas Semarang. Seluruh informasi layanan aktual harus disesuaikan dengan nomor KA dan tanggal perjalanan.
Asal-usul Nama Brawijaya
Nama Brawijaya mengacu pada gelar raja-raja yang dikenal dalam babad dan tradisi sejarah Kerajaan Majapahit. Tokoh Brawijaya sering dihubungkan dengan masa akhir Majapahit dalam kisah-kisah Jawa. Namun penamaan tersebut adalah identitas budaya, bukan klaim tentang satu tokoh historis yang seluruh riwayatnya disepakati oleh sejarawan. [1]
Nama kereta dapat berasal dari budaya, sejarah, bentang alam, atau singkatan relasi. Penamaan merupakan bagian dari identitas komersial dan tidak menunjukkan seluruh stasiun yang dilintasi kereta.
Pengoperasian Kereta Api Brawijaya
Sejarah dan perkembangan layanan
Brawijaya mulai beroperasi pada 10 Maret 2021 sebagai layanan kereta eksekutif Jakarta–Malang. Kereta ini melayani kebutuhan penumpang dengan titik asal dan tujuan serupa Gajayana, tetapi menempuh koridor yang berbeda. Brawijaya melintasi jalur utara menuju Semarang, berlanjut ke pedalaman Jawa melalui Solo Jebres, Madiun, Kediri, dan Blitar hingga Malang. [1]
Pengoperasian dan fasilitas
KAI memasukkan Brawijaya dalam pengaturan perjalanan Jakarta–Malang pada publikasi resmi untuk periode libur akhir tahun 2025/2026, menegaskan keberadaannya sebagai alternatif selain Gajayana. Kelas eksekutif merupakan produk utama, sedangkan layanan Priority pada perjalanan tertentu bergantung pada ketersediaan dan konfigurasi rangkaian. Perubahan nomor KA ataupun titik pemberhentian harus dipastikan melalui kanal pemesanan. [2]
Seiring pemberlakuan GAPEKA baru, jam keberangkatan, nomor perjalanan, formasi rangkaian, serta ketentuan berhenti dapat berubah. Sumber yang memuat sejarah layanan tidak otomatis menjadi kepastian jadwal pada tanggal lain.
Stasiun Pemberhentian Kereta Api Brawijaya
Koridor dan stasiun utama
Lintasan Brawijaya meliputi Gambir, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang Tawang, Solo Jebres, Madiun, Kertosono, Kediri, Tulungagung, Blitar, Kepanjen, dan Malang. Ini merupakan deskripsi lintas dan stasiun penting, bukan janji bahwa semuanya dibuka sebagai pemberhentian komersial pada setiap perjalanan. Cek tiket untuk stasiun antara yang dapat dipilih. [1][2]
Catatan: stasiun yang dilintasi tidak selalu menjadi tempat kereta berhenti untuk menaikkan atau menurunkan penumpang. Periksa pilihan stasiun, nomor perjalanan, dan waktu berangkat lewat situs resmi KAI atau aplikasi Access by KAI sebelum memesan tiket.
Jadwal Terbaru — GAPEKA 2025
KA | Kereta | Asal | Tujuan | Berangkat | Tiba | Durasi | Status |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
38 | GMR | ML | 15:45 | 03:38 (+1 hari) | 11j 53m | REGULER | |
37 | ML | GMR | 16:00 | 04:10 (+1 hari) | 12j 10m | REGULER |
- Berangkat15:45KA 38Stasiun asal
GMRStasiun tujuanML - Berangkat16:00KA 37Stasiun asal
MLStasiun tujuanGMR