Kereta Api Gajayana

Kereta Api Gajayana adalah salah satu layanan penumpang PT Kereta Api Indonesia (Persero). Kereta Api Gajayana mulai beroperasi pada 28 Oktober 1999. Sejak awal, relasinya dikenal sebagai penghubung penting Jakarta dan Malang via lintas selatan Jawa. Profil ini menjelaskan perjalanan, asal-usul nama, pengoperasian, dan lintas pemberhentiannya tanpa menganggap jadwal lama masih berlaku sekarang. [1]

Profil Kereta Api Gajayana

KA Gajayana melayani Gambir – Malang, pulang-pergi, melalui jalur selatan Jawa. Karakter layanannya berbeda menurut masa berlaku GAPEKA dan rangkaian yang digunakan. [1][2]

  • Nama: Kereta Api Gajayana.
  • Operator: PT Kereta Api Indonesia (Persero).
  • Jenis perjalanan: Antarkota.
  • Relasi utama: Gambir – Malang, pulang-pergi, melalui jalur selatan Jawa.
  • Mulai beroperasi: 28 Oktober 1999.
  • Kelas layanan: Eksekutif dan Luxury.

Gajayana berbeda dari Brawijaya meskipun sama-sama menuju Malang: lintas yang digunakan kedua kereta tidak identik. Hal itu memengaruhi pilihan stasiun antara, jarak, dan waktu tempuh. Seluruh informasi layanan aktual harus disesuaikan dengan nomor KA dan tanggal perjalanan.

Asal-usul Nama Gajayana

Nama Gajayana merujuk kepada Raja Gajayana, penguasa Kerajaan Kanjuruhan yang berkaitan dengan sejarah Malang pada abad kedelapan. Dalam sejumlah sumber sejarah, raja ini dikenal pula dengan nama Sang Liswa. Penamaan kereta menegaskan hubungan perjalanan dengan wilayah tujuan Malang dan warisan budayanya. [1]

Nama kereta dapat berasal dari budaya, sejarah, bentang alam, atau singkatan relasi. Penamaan merupakan bagian dari identitas komersial dan tidak menunjukkan seluruh stasiun yang dilintasi kereta.

Pengoperasian Kereta Api Gajayana

Sejarah dan perkembangan layanan

Kereta Api Gajayana mulai beroperasi pada 28 Oktober 1999. Sejak awal, relasinya dikenal sebagai penghubung penting Jakarta dan Malang via lintas selatan Jawa. Pada masa berbeda, kelas layanan dan rangkaian mengalami peningkatan; pilihan Luxury kemudian memberi pengalaman duduk lebih privat dibandingkan kursi eksekutif standar. [1]

Pengoperasian dan fasilitas

Pada 10 Januari 2026, KAI meresmikan pemakaian rangkaian Eksekutif Stainless Steel New Generation (SSNG) untuk Gajayana dari Malang menuju Gambir, diikuti perjalanan arah sebaliknya mulai 11 Januari 2026. Pembaruan ini menambah kualitas sarana, termasuk penataan interior dan sistem informasi penumpang. Ketersediaan kursi Luxury dan komposisi kereta ditentukan pada pemesanan aktual. [2]

Seiring pemberlakuan GAPEKA baru, jam keberangkatan, nomor perjalanan, formasi rangkaian, serta ketentuan berhenti dapat berubah. Sumber yang memuat sejarah layanan tidak otomatis menjadi kepastian jadwal pada tanggal lain.

Stasiun Pemberhentian Kereta Api Gajayana

Koridor dan stasiun utama

Relasi Gambir–Malang menempuh lintas selatan yang antara lain melewati Cirebon, Purwokerto, Kroya, Yogyakarta, Solo Balapan, Madiun, Kediri, Tulungagung, Blitar, dan Kepanjen sebelum Malang. Daftar ini menyajikan lintas dan simpul perjalanan yang dikenal; pemberhentian penumpang untuk nomor KA tertentu harus diperiksa pada jadwal resmi. [1][2]

Catatan: stasiun yang dilintasi tidak selalu menjadi tempat kereta berhenti untuk menaikkan atau menurunkan penumpang. Periksa pilihan stasiun, nomor perjalanan, dan waktu berangkat lewat situs resmi KAI atau aplikasi Access by KAI sebelum memesan tiket.

Jadwal Terbaru — GAPEKA 2025

Arsip GAPEKA 2025. Data historis, bukan jadwal real-time. Untuk perjalanan aktual, periksa kanal resmi operator. Kereta fakultatif belum tentu beroperasi setiap hari.
Jadwal GAPEKA 2025
KA
Kereta
Asal
Tujuan
Berangkat
Tiba
Durasi
Status
35
ML
GMR
14:55
03:05 (+1 hari)
12j 10m
REGULER
36
GMR
ML
18:50
07:06 (+1 hari)
12j 16m
REGULER
  1. Berangkat14:55
    KA 35
    Stasiun asalML
    Stasiun tujuanGMR
    Tiba
    03:05 (+1 hari)
    Durasi
    12j 10m
    Status
    REGULER
  2. Berangkat18:50
    KA 36
    Stasiun asalGMR
    Stasiun tujuanML
    Tiba
    07:06 (+1 hari)
    Durasi
    12j 16m
    Status
    REGULER

Lihat semua edisi GAPEKA | Direktori kereta api