Kereta Api Sri Tanjung merupakan layanan PT Kereta Api Indonesia (Persero) pada koridor Lempuyangan (Yogyakarta)–Ketapang (Banyuwangi), pulang-pergi melalui Solo, Surabaya, Jember. Halaman ini membahas identitas, asal nama, pengoperasian, dan stasiun utama; data sejarah dibedakan dari informasi tiket dan jadwal yang berlaku untuk tanggal tertentu. [1]
Profil Kereta Api Sri Tanjung
Profil sebuah layanan dapat bertahan sekalipun kelas, lintas, dan rangkaian berganti sepanjang sejarah. Karena itu, nomor KA, formasi, dan waktu berangkat selalu perlu dicek menurut grafik perjalanan yang berlaku. [1][2]
- Nama: Kereta Api Sri Tanjung.
- Operator: PT Kereta Api Indonesia (Persero).
- Jenis: Kereta api ekonomi antarkota.
- Relasi utama: Lempuyangan (Yogyakarta)–Ketapang (Banyuwangi), pulang-pergi melalui Solo, Surabaya, Jember.
- Awal pengoperasian: Sekitar 1986; riwayat awal juga dikaitkan dengan nama Argopuro.
- Kelas: Ekonomi bersubsidi (PSO).
Terminal Ketapang dahulu dikenal sebagai Banyuwangi Baru. Untuk tujuan penyeberangan Bali, penumpang masih perlu berpindah ke layanan kapal.
Asal-usul Nama Sri Tanjung
Nama Sri Tanjung berasal dari legenda masyarakat Banyuwangi tentang tokoh Sri Tanjung dan Raden Sidapaksa. Cerita tersebut berhubungan dengan asal-usul nama Banyuwangi yang dalam penuturan rakyat dikaitkan dengan air beraroma harum. Penggunaan nama Sri Tanjung menegaskan hubungan layanan dengan daerah Banyuwangi, bukan berarti terdapat Stasiun Sri Tanjung. [3]
Asal nama menjelaskan identitas budaya dan geografi, tetapi tidak dengan sendirinya menentukan kota terminal atau seluruh lokasi pemberhentian.
Pengoperasian Kereta Api Sri Tanjung
Riwayat pengoperasian
Riwayat perjalanan Sri Tanjung sering ditelusuri hingga 1986 dan dikaitkan dengan layanan pendahulu bernama Argopuro. Nama Sri Tanjung kemudian digunakan untuk angkutan ekonomi yang menghubungkan wilayah Jawa Timur bagian timur dengan Yogyakarta. Dalam perkembangannya, terminal sisi Banyuwangi dikenal sebagai Banyuwangi Baru dan kemudian berubah nama menjadi Ketapang; perubahan nama stasiun ini tidak menunjukkan pemindahan lintas ke kota lain. [1][3]
Perkembangan layanan dan jadwal
Layanan ekonomi Sri Tanjung masuk dalam jaringan angkutan dengan skema kewajiban pelayanan publik yang mendukung perjalanan masyarakat lintas Jawa Timur dan DIY. KAI melalui ANTARA pada 13 Oktober 2026 mencatat Sri Tanjung melayani sekitar 463 ribu penumpang sepanjang Januari–September 2026. Jumlah pelanggan tersebut mencakup penumpang dari banyak segmen, bukan berarti seluruhnya menempuh perjalanan dari ujung ke ujung. [2]
Perubahan GAPEKA dapat memengaruhi jam, nomor, kecepatan, dan ketentuan berhenti. Informasi mengenai rencana jadwal tidak otomatis berlaku sebelum tanggal efektif yang diumumkan operator.
Stasiun Pemberhentian Kereta Api Sri Tanjung
Lintas serta stasiun utama
Koridor Lempuyangan–Ketapang meliputi Klaten, Solo, Madiun, Kertosono, Jombang, Mojokerto, Surabaya Gubeng, Sidoarjo, Bangil, Pasuruan, Probolinggo, Tanggul, Jember, Kalibaru, Rogojampi, Banyuwangi Kota, dan Ketapang. Pada jalur ini terdapat kemungkinan perubahan arah perjalanan saat melewati simpul Surabaya. Daftar stasiun yang dilalui tidak otomatis menjadi lokasi berhenti komersial setiap hari. [1][2]
Catatan: stasiun yang dilalui tidak selalu ditetapkan sebagai tempat menaikkan atau menurunkan penumpang. Pastikan nomor KA, stasiun pilihan, dan tanggal perjalanan melalui kanal resmi KAI atau Access by KAI.
Jadwal Terbaru — GAPEKA 2025
KA | Kereta | Asal | Tujuan | Berangkat | Tiba | Durasi | Status |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
278-279 | LPN | KTG | 07:00 | 20:00 | 13j 0m | REGULER | |
280-277 | KTG | LPN | 07:15 | 19:33 | 12j 18m | REGULER |
- Berangkat07:00KA 278-279Stasiun asal
LPNStasiun tujuanKTG - Berangkat07:15KA 280-277Stasiun asal
KTGStasiun tujuanLPN