Kereta Api Bengawan adalah layanan penumpang PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang melayani koridor Purwosari (Solo)–Pasar Senen (Jakarta), pulang-pergi melalui Yogyakarta dan Purwokerto. Artikel ini menjelaskan profil, latar penamaan, sejarah operasi dan stasiun penting, dengan pemisahan jelas antara arsip GAPEKA dan tiket pada tanggal tertentu. [1]
Profil Kereta Api Bengawan
Relasi, jadwal, kelas, dan nomor KA dapat berubah seiring kebijakan operator. Nama layanan yang bertahan dari masa lalu tidak selalu berarti susunan rangkaian dan terminalnya sama seperti saat pertama kali diluncurkan. [1][2]
- Nama: Kereta Api Bengawan.
- Operator: PT Kereta Api Indonesia (Persero).
- Jenis: Kereta api ekonomi antarkota.
- Relasi utama: Purwosari (Solo)–Pasar Senen (Jakarta), pulang-pergi melalui Yogyakarta dan Purwokerto.
- Riwayat awal: Riwayat Senja Ekonomi Bengawan; perubahan terminal ke Purwosari pada 2014.
- Kelas: Ekonomi ber-AC; termasuk layanan perjalanan dengan tarif terjangkau.
Rute historis sampai Tanah Abang atau Tanjung Priok bukan bukti bahwa perjalanan reguler modern tetap menuju stasiun tersebut.
Asal-usul Nama Bengawan
Nama Bengawan diambil dari Sungai Bengawan Solo, sungai besar yang mengalir melintasi wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kata bengawan dalam bahasa Jawa merujuk pada sungai besar; penggunaannya menghubungkan identitas kereta dengan kawasan Surakarta atau Solo. Nama tersebut bukan penanda kereta mengikuti sungai sepanjang perjalanan hingga muaranya. [2]
Asal nama memberikan konteks budaya maupun geografis dan tidak membuktikan bahwa kereta berhenti di semua kota atau kawasan yang disebut.
Pengoperasian Kereta Api Bengawan
Sejarah layanan
Bengawan berkembang dari layanan yang dikenal sebagai Senja Ekonomi Bengawan, penghubung Solo dan Jakarta dengan beberapa perubahan titik pemberangkatan. Dalam riwayat yang didokumentasikan, kereta pernah berangkat dari Solo Jebres dan melayani perjalanan sampai Tanah Abang atau Tanjung Priok pada periode tertentu. Mulai 2014, terminal di kawasan Solo dipindahkan ke Purwosari dan perjalanan Jakarta menggunakan Pasar Senen. Itulah sebabnya arsip lama dapat mencantumkan terminal berbeda. [2][3]
Pola perjalanan dan perkembangan operasional
Sebagai kelas ekonomi, Bengawan menjadi pilihan banyak penumpang untuk perjalanan Jakarta–Solo. KAI mencatatnya di antara layanan dengan penjualan tiket tinggi pada awal pemesanan angkutan Lebaran 2026. Rangkaian ekonomi menyediakan fasilitas dasar seperti penyejuk udara dan toilet, tetapi jumlah kereta, konfigurasi kursi, dan nomor KA dapat berubah. Pemanfaatan rangkaian Bengawan juga pernah berkaitan dengan pengaturan kereta lain, sehingga data formasi dari tahun lampau tidak selalu menggambarkan sarana terkini. [1][3]
Penerapan GAPEKA yang berbeda dapat mengubah jam serta nomor kereta, stasiun berhenti maupun susunan sarana. Gunakan informasi aktual pada tanggal perjalanan untuk memastikan detail yang akan dipakai.
Stasiun Pemberhentian Kereta Api Bengawan
Koridor dan stasiun utama
Terminal utamanya Purwosari dan Pasar Senen. Dalam koridor selatan Jawa, rute melewati Klaten, Lempuyangan, Wates, Kutoarjo, Kebumen, Gombong, Kroya, Purwokerto, Bumiayu, Cirebon, Jatibarang dan wilayah Bekasi. Pemberhentian tambahan atau khusus dapat diterapkan pada nomor dan tahun perjalanan tertentu. Perhatikan bahwa terminal Solo adalah Purwosari, bukan Solo Balapan. [1][2]
Catatan perjalanan: stasiun yang dilalui belum tentu membuka pelayanan naik dan turun pada semua nomor KA. Periksa informasi tiket melalui website KAI atau aplikasi Access by KAI.
Jadwal Terbaru — GAPEKA 2025
KA | Kereta | Asal | Tujuan | Berangkat | Tiba | Durasi | Status |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
282 | PSE | PWS | 08:55 | 18:05 | 9j 10m | REGULER | |
281 | PWS | PSE | 22:45 | 07:34 (+1 hari) | 8j 49m | REGULER |
- Berangkat08:55KA 282Stasiun asal
PSEStasiun tujuanPWS - Berangkat22:45KA 281Stasiun asal
PWSStasiun tujuanPSE