Kereta Api Bima merupakan salah satu layanan kereta api eksekutif yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero). Layanan ini menawarkan perjalanan antara Jakarta dan Malang, dengan perjalanan sejauh 907 kilometer yang memakan waktu sekitar 15,5 jam. Kereta ini dikenal dengan layanan kelas eksekutifnya yang menawarkan kenyamanan setaraf kereta Argo, dengan fasilitas yang lengkap dan rute yang cukup panjang. Dalam operasinya, KA Bima melayani penumpang dengan dua arah perjalanan, yakni dari Stasiun Gambir di Jakarta menuju Stasiun Malang (Kotabaru) dan sebaliknya.
Dengan kecepatan rata-rata 60-120 km/jam, KA Bima menjadi salah satu moda transportasi jarak jauh yang efisien bagi penumpang yang ingin melakukan perjalanan dari Jakarta ke kota-kota besar di sepanjang jalur selatan Pulau Jawa. Meskipun perjalanan ini cukup panjang, kenyamanan yang ditawarkan oleh kereta ini menjadikan KA Bima pilihan utama bagi banyak penumpang.
Daftar Isi
Jadwal Keberangkatan dan Kedatangan Kereta Api Bima Terbaru Di 2026
Kereta Api Bima memiliki frekuensi perjalanan satu kali sehari untuk setiap arah. Keberangkatan dari Jakarta dilakukan setiap hari pada pukul 17:00 dari Stasiun Gambir, sedangkan dari Malang, kereta berangkat setiap hari pada pukul 19:20 dari Stasiun Malang Kotabaru.
Berikut adalah jadwal lengkap keberangkatan dan kedatangan KA Bima untuk kedua arah:
Jadwal KA Bima Surabaya – Jakarta KA 59
Stasiun |
Kedatangan |
Keberangkatan |
|---|---|---|
Surabaya Gubeng |
– |
19.20 |
Mojokerto |
19.53 |
19.55 |
Jombang |
20.11 |
20.13 |
Kertosono |
20.25 |
20.27 |
Nganjuk |
20.43 |
20.45 |
Madiun |
21.26 |
21.21 |
22.24 |
22.27 |
|
23.07 |
23.13 |
|
Kutoarjo |
23.58 |
00.06 |
Kebumen |
00.28 |
00.31 |
Kroya |
01.06 |
01.08 |
Purwokerto |
01.31 |
01.37 |
Cirebon |
03.21 |
03.26 |
05.44 |
05.46 |
|
Gambir Jakarta |
06.00 |
– |
Jadwal KA Bima Jakarta – Surabaya KA 60
Stasiun |
Kedatangan |
Keberangkatan |
|---|---|---|
Jakarta Gambir |
– |
17.00 |
Cirebon |
19.25 |
19.30 |
Purwokerto |
21.16 |
21.21 |
Kroya |
21.44 |
21.46 |
Kebumen |
22.18 |
22.20 |
Kutoarjo |
22.40 |
22.45 |
Yogyakarta |
23.28 |
23.33 |
Solo Balapan |
00.13 |
00.16 |
Madiun |
01.18 |
01.23 |
Nganjuk |
01.55 |
01.57 |
Kertosono |
02.14 |
02.16 |
Jombang |
02.29 |
02.31 |
Mojokerto |
02.49 |
02.51 |
Surabaya Gubeng |
03.30 |
– |
Perjalanan dari Jakarta menuju Surabaya memakan waktu sekitar 13 jam, sementara perjalanan dari Surabaya ke Jakarta sedikit lebih lama, yakni sekitar 14 jam. Durasi perjalanan ini sudah termasuk waktu berhenti di setiap stasiun transit. Meskipun perjalanan ini cukup panjang, fasilitas yang disediakan di KA Bima membuat penumpang merasa nyaman dan tidak merasa lelah meski harus menempuh perjalanan jauh.
Harga Tiket dan Kelas Layanan Kereta Api Bima Terbaru Di 2026
Kereta Api Bima dikenal sebagai salah satu layanan kereta eksekutif terbaik di Indonesia. Harga tiket yang ditawarkan cukup variatif, tergantung pada posisi tempat duduk, subkelas, dan waktu pemesanan. Tiket untuk rute penuh Jakarta-Malang ditawarkan dengan harga mulai dari Rp480.000 hingga Rp880.000. Sementara itu, untuk perjalanan yang lebih pendek, seperti rute Malang-Madiun, harga tiket berkisar antara Rp480.000 hingga Rp705.000 per penumpang.
Perbedaan harga ini juga disebabkan oleh waktu pemesanan tiket. Penumpang yang memesan tiket lebih awal biasanya akan mendapatkan harga yang lebih murah. Selain itu, tarif juga bisa bervariasi tergantung pada hari perjalanan, dengan harga yang lebih tinggi pada akhir pekan atau hari libur nasional.
KA Bima hanya menyediakan kelas Eksekutif, yang dikenal dengan kenyamanannya yang setaraf dengan kereta Argo. Fasilitas yang disediakan di kelas eksekutif KA Bima sangat lengkap dan memadai, mulai dari AC, televisi, toilet, stopkontak, hingga tempat duduk yang nyaman dan dapat diputar.
Rute dan Stasiun Perhentian Kereta Api Bima
Dalam perjalanannya dari Jakarta menuju Malang, KA Bima melewati sejumlah stasiun transit yang tersebar di berbagai kota besar di sepanjang jalur selatan Pulau Jawa. Beberapa stasiun transit utama yang dilalui oleh KA Bima antara lain adalah:
- Stasiun Cirebon
- Stasiun Purwokerto
- Stasiun Yogyakarta
- Stasiun Solo Balapan
- Stasiun Madiun
- Stasiun Jombang
- Stasiun Mojokerto
- Stasiun Surabaya Gubeng
- Stasiun Sidoarjo
- Stasiun Lawang
- Stasiun Jatinegara (khusus untuk perjalanan menuju Jakarta)
Setiap perhentian di stasiun-stasiun tersebut memberikan kesempatan bagi penumpang untuk turun atau naik kereta di kota-kota besar sepanjang jalur tersebut. Hal ini menjadikan KA Bima sangat fleksibel dan cocok bagi mereka yang melakukan perjalanan tidak hanya dari Jakarta ke Malang, tetapi juga antar kota di sepanjang rutenya.
Fasilitas Kereta Api Bima
KA Bima dikenal dengan fasilitas kelas eksekutifnya yang unggul. Setiap gerbong dilengkapi dengan pendingin ruangan (AC), televisi, dan toilet yang bersih. Selain itu, tempat duduk di setiap gerbong dirancang dengan sangat nyaman, lengkap dengan selimut, bantal, dan pijakan kaki. Penumpang juga bisa menikmati fasilitas meja lipat yang ada di setiap kursi, serta bagasi di atas kepala untuk menyimpan barang bawaan.
Keunggulan lain dari KA Bima adalah tempat duduk yang dapat diputar, sehingga penumpang bisa menyesuaikan posisi duduk sesuai keinginan. Selain itu, sandaran kursi juga bisa diatur untuk memberikan kenyamanan maksimal selama perjalanan yang panjang.
Fasilitas lainnya yang tersedia di KA Bima termasuk stopkontak di setiap kursi, sehingga penumpang bisa mengisi daya perangkat elektronik mereka selama perjalanan. Ada juga layanan makanan yang disediakan di gerbong makan, di mana penumpang bisa memesan makanan dan minuman selama perjalanan.

Sejarah Kereta Api Bima
Peluncuran perdana KA Bima terjadi pada awal Juni 1967. Pada awal pengoperasiannya, KA Bima menggunakan kereta tidur (sleeping car) yang diproduksi oleh Waggonbau Gorlitz dari Jerman Timur. Ini menjadikan KA Bima sebagai kereta api pertama di Indonesia yang menggunakan kereta pembangkit dalam rangkaiannya. Pada masa awal peluncurannya, KA Bima menghubungkan Jakarta dan Surabaya, dan dikenal sebagai salah satu kereta api terbaik di Indonesia.
Namun, memasuki tahun 1984, rangkaian KA Bima mengalami perubahan signifikan dengan penggantian kereta tidur menjadi kereta dengan tempat duduk. Meskipun sempat mengalami penurunan kualitas layanan hingga akhir 1980-an, KA Bima kembali mendapatkan penilaian positif setelah mengalami peningkatan kualitas layanan pada tahun 2016 dengan penggunaan rangkaian kereta eksekutif terbaru.
Asal Usul Nama Bima
Nama “Bima” memiliki dua makna yang berbeda. Pertama, nama ini diambil dari tokoh pewayangan Mahabharata yang terkenal kuat, gagah, dan pemberani. Karakter Bima dalam pewayangan melambangkan kekuatan dan keteguhan, yang diharapkan juga menjadi cerminan dari kualitas layanan KA Bima. Kereta ini diharapkan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada penumpangnya, sesuai dengan makna yang terkandung dalam nama Bima.
Makna kedua berasal dari sejarah KA Bima itu sendiri. “Bima” merupakan kependekan dari “Biru Malam”, yang merujuk pada warna kereta api ini ketika pertama kali diluncurkan, yaitu biru, serta operasinya yang berlangsung pada malam hari.
Keunikan Kereta Api Bima
KA Bima memiliki beberapa keunikan yang menjadikannya salah satu kereta api paling ikonik di Indonesia. Pertama, KA Bima merupakan kereta api pertama di Indonesia yang menggunakan sistem AC modern. Kedua, KA Bima juga merupakan salah satu kereta api tertua yang masih beroperasi hingga saat ini. Keunikan lainnya adalah jalur perjalanannya yang melalui jalur selatan Pulau Jawa, yang berbeda dengan kebanyakan kereta api lainnya yang melalui jalur utara jika berangkat dari Stasiun Gambir.
Rangkaian Kereta Api Bima
Rangkaian KA Bima saat ini terdiri dari satu gerbong kereta pembangkit, satu gerbong kereta makan, satu gerbong kereta bagasi, serta enam hingga delapan gerbong kelas eksekutif argo. Dengan kapasitas sekitar 400 penumpang per perjalanan, KA Bima mampu melayani hingga 900 penumpang per hari untuk perjalanan pulang-pergi.
Rangkaian kereta ini didesain dengan standar kenyamanan tertinggi, sehingga penumpang dapat menikmati perjalanan jauh tanpa merasa lelah. Fasilitas lengkap yang tersedia di setiap gerbong juga memastikan kenyamanan selama perjalanan panjang yang memakan waktu lebih dari 12 jam.
Frequently Asked Questions (FAQ) Seputar Kereta Api Bima
Jadi, kalau kamu mau coba perjalanan dengan kereta yang nyaman, bersejarah, dan punya banyak pilihan kelas, KA Bima bisa jadi pilihan terbaik buat kamu!
KA Bima berhenti di mana saja?
Sepanjang perjalanannya, KA Bima akan berhenti di beberapa stasiun besar yang menjadi titik transit utama. Kalau kamu naik KA Bima, kamu akan melewati dan bisa transit di beberapa stasiun berikut: Stasiun Cirebon, Stasiun Purwokerto, Stasiun Karanganyar, Stasiun Yogyakarta, Stasiun Solo Balapan, Stasiun Madiun, Stasiun Jombang, Stasiun Mojokerto, Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Sidoarjo, Stasiun Lawang, dan Stasiun Jatinegara (khusus rute kereta api Bima menuju Jakarta). Jadi, tergantung kamu berangkat dari mana dan mau ke mana, kamu bisa berhenti atau transit di salah satu stasiun tersebut.
Berapa harga tiket KA Bima?
Untuk kamu yang ingin naik KA Bima, harga tiket kelas eksekutif dimulai dari Rp 480.000. Tapi harga ini bisa berbeda-beda tergantung subkelas, posisi kursi, dan tanggal keberangkatanmu. Jadi, pastikan kamu cek dulu harga tiket yang sesuai dengan kebutuhanmu, ya!
Kapan KA Bima diluncurkan?
KA Bima punya sejarah panjang, lho! Kereta ini diluncurkan pada 1 Juni 1967. Waktu itu, KA Bima jadi kereta pertama di Indonesia yang dilengkapi dengan penyejuk udara berfreon. Wah, kebayang kan betapa mewahnya pada zamannya? Hingga sekarang, KA Bima terus jadi salah satu pilihan utama buat yang ingin perjalanan nyaman dengan fasilitas kelas eksekutif.
Berapa harga tiket Kereta Api Bima KAI Compartment Suite Class?
Kalau kamu mau merasakan pengalaman naik kereta dengan fasilitas premium yang super nyaman, coba deh pilih KAI Compartment Suite Class. PT KAI baru saja meluncurkan layanan ini dan bisa kamu nikmati di KA Bima dan KA Argo Semeru dengan rute Gambir-Surabaya Gubeng (PP). Untuk harga tiket Suite Class Compartment ini, kamu perlu merogoh kocek mulai dari Rp 1.950.000. Tapi tentu saja, dengan harga ini kamu bakal merasakan kenyamanan perjalanan yang luar biasa, dengan ruang pribadi yang bikin perjalanan panjang jadi lebih santai.