Kereta Api Airlangga merupakan layanan PT Kereta Api Indonesia (Persero) pada koridor Surabaya Pasarturi–Pasar Senen (Jakarta), pulang-pergi melalui jalur utara Jawa. Halaman ini membahas identitas, asal nama, pengoperasian, dan stasiun utama; data sejarah dibedakan dari informasi tiket dan jadwal yang berlaku untuk tanggal tertentu. [1]
Profil Kereta Api Airlangga
Profil sebuah layanan dapat bertahan sekalipun kelas, lintas, dan rangkaian berganti sepanjang sejarah. Karena itu, nomor KA, formasi, dan waktu berangkat selalu perlu dicek menurut grafik perjalanan yang berlaku. [1][2]
- Nama: Kereta Api Airlangga.
- Operator: PT Kereta Api Indonesia (Persero).
- Jenis: Kereta api antarkota bersubsidi (PSO).
- Relasi utama: Surabaya Pasarturi–Pasar Senen (Jakarta), pulang-pergi melalui jalur utara Jawa.
- Awal pengoperasian: 1 Oktober 2021.
- Kelas: Ekonomi dengan pengaturan sarana sesuai perjalanan.
Nomor KA dan jam perjalanan pada tahun 2021 maupun GAPEKA 2025 tidak boleh otomatis digunakan untuk perjalanan setelah berlakunya perubahan GAPEKA 2026.
Asal-usul Nama Airlangga
Nama Airlangga diambil dari Raja Airlangga, penguasa Jawa Timur pada abad ke-11 yang terkait dengan pendirian Kerajaan Kahuripan. Tokoh ini dikenal dalam sejarah kerajaan-kerajaan Jawa Timur, termasuk latar perkembangan Jenggala dan Kadiri. Penamaan tersebut memberi identitas sejarah pada perjalanan Jakarta–Surabaya, bukan menunjukkan adanya stasiun bernama Airlangga. [3]
Asal nama menjelaskan identitas budaya dan geografi, tetapi tidak dengan sendirinya menentukan kota terminal atau seluruh lokasi pemberhentian.
Pengoperasian Kereta Api Airlangga
Riwayat pengoperasian
Airlangga diluncurkan pada 1 Oktober 2021 di Surabaya Pasarturi, berdasarkan penugasan pelayanan publik pemerintah kepada PT KAI. Layanan ini menjadi pilihan baru bagi masyarakat yang membutuhkan tarif lebih terjangkau pada koridor Jakarta–Surabaya. Dalam sejarah pengoperasiannya, Airlangga menjadi penerus fungsi perjalanan yang sebelumnya dilayani antara lain oleh Maharani dan Tegal Ekspres, sehingga konektivitas daerah sepanjang jalur utara tetap tersedia. [1][3]
Perkembangan layanan dan jadwal
Sebagai kereta dengan skema Public Service Obligation (PSO), Airlangga mengutamakan akses masyarakat ke perjalanan jarak jauh berbiaya terjangkau. Pemerintah dan KAI dapat mengatur kuota serta kapasitas yang berbeda dari layanan komersial lainnya. Dalam publikasi tentang GAPEKA 2026 pada November 2026, KAI mengumumkan rencana pemangkasan waktu tempuh Airlangga sekitar 51–52 menit menurut arah perjalanan. Jadwal hasil penyesuaian tersebut harus dibaca berdasarkan tanggal mulai berlaku GAPEKA terbaru. [2]
Perubahan GAPEKA dapat memengaruhi jam, nomor, kecepatan, dan ketentuan berhenti. Informasi mengenai rencana jadwal tidak otomatis berlaku sebelum tanggal efektif yang diumumkan operator.
Stasiun Pemberhentian Kereta Api Airlangga
Lintas serta stasiun utama
Dua terminalnya adalah Pasar Senen dan Surabaya Pasarturi. Jalur utara umumnya melalui Cirebon Prujakan, Brebes, Tegal, Pekalongan, Semarang Poncol, Cepu, Bojonegoro, dan Lamongan. Koridor ini berbeda dari perjalanan Jakarta–Surabaya melalui Yogyakarta. Pada beberapa periode, stasiun seperti Cikarang dan Arjawinangun pernah ditambahkan sebagai pemberhentian; ketentuannya dapat berubah bersama penomoran KA. [1][2]
Catatan: stasiun yang dilalui tidak selalu ditetapkan sebagai tempat menaikkan atau menurunkan penumpang. Pastikan nomor KA, stasiun pilihan, dan tanggal perjalanan melalui kanal resmi KAI atau Access by KAI.
Jadwal Terbaru — GAPEKA 2025
KA | Kereta | Asal | Tujuan | Berangkat | Tiba | Durasi | Status |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
272 | PSE | SBI | 09:15 | 21:53 | 12j 38m | REGULER | |
271 | SBI | PSE | 12:50 | 00:58 (+1 hari) | 12j 8m | REGULER |
- Berangkat09:15KA 272Stasiun asal
PSEStasiun tujuanSBI - Berangkat12:50KA 271Stasiun asal
SBIStasiun tujuanPSE