Kereta Api Bima merupakan bagian dari layanan antarkota PT Kereta Api Indonesia (Persero). Bima termasuk kereta api penumpang antarkota tertua yang masih dikenal melalui relasi Jakarta–Surabaya. Ciri khasnya adalah perjalanan malam lewat lintas selatan Jawa, melewati kawasan Yogyakarta, Surakarta, dan Madiun. [1]
Profil Kereta Api Bima
Untuk membaca sejarahnya secara tepat, profil layanan perlu dibedakan dari tanggal perjalanan dalam sistem pemesanan tiket. Data dasar berikut merangkum identitas dan koridor yang telah didokumentasikan; nomor perjalanan dapat berubah bersama GAPEKA. [1]
- Nama layanan dalam arsip: Kereta Api Bima.
- Operator: PT Kereta Api Indonesia (Persero).
- Jenis: kereta api penumpang antarkota.
- Relasi: Gambir (Jakarta) – Surabaya Gubeng, pulang-pergi, melalui lintas selatan Jawa.
- Awal pengoperasian: 1 Juni 1967.
- Kelas: Eksekutif dan Compartment Suite.
- Karakter: Layanan perjalanan malam dengan sejarah panjang kereta tidur dan kelas eksekutif.
Meskipun memiliki koridor yang sama dengan Argo Semeru, jadwal berangkat Bima tidak boleh disamakan. Pilih nomor KA, tanggal perjalanan, dan stasiun naik saat mencari tiket. Informasi layanan aktual, termasuk formasi kereta, fasilitas, dan waktu tempuh, perlu ditinjau menurut tanggal dan nomor perjalanan melalui kanal resmi KAI.
Asal-usul Nama Bima
Terdapat dua penjelasan populer mengenai nama Bima: merujuk pada tokoh Bima, salah satu Pandawa dalam kisah Mahabharata, atau merupakan singkatan dari Biru Malam, yang berkaitan dengan identitas rangkaian tidur berwarna biru. Kedua penjelasan ini ditemukan dalam dokumentasi sejarah kereta; karena itu, asal namanya sebaiknya disampaikan sebagai dua versi, bukan satu kepastian tunggal. [1]
Nama sebuah kereta berfungsi sebagai identitas layanan, sehingga tidak dengan sendirinya menunjukkan stasiun asal, stasiun tujuan, atau seluruh lokasi pemberhentiannya. Untuk memahami perjalanan, informasi penamaan harus dibaca bersama sejarah pengoperasian dan dokumen GAPEKA.
Pengoperasian Kereta Api Bima
Sejarah dan perkembangan layanan
Bima memulai operasi pada 1 Juni 1967. Pada masa awal, sarana tidurnya antara lain menggunakan kereta buatan Jerman Timur dan menawarkan bentuk perjalanan yang berbeda dari kursi biasa. Dalam perkembangannya, sistem layanan bergeser ke rangkaian eksekutif, sebelum KAI kembali menyediakan opsi kabin premium pada era modern. [1][3]
Pengoperasian dan pembaruan rangkaian
Pada 10 Oktober 2023 KAI memperkenalkan kelas Compartment Suite untuk perjalanan Bima. Konsepnya menggunakan ruang lebih privat dan kursi yang dapat direbahkan mendekati posisi tidur, berbeda dari kereta tidur klasik. Pada 2026, Bima juga termasuk layanan yang memakai rangkaian eksekutif Stainless Steel New Generation. [2][3]
Nomor KA, jadwal, rangkaian yang bertugas, dan layanan tambahan dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu. Penumpang sebaiknya tidak memakai jam atau kelas layanan dari arsip tahun lalu sebagai kepastian untuk keberangkatan saat ini.
Stasiun Pemberhentian Kereta Api Bima
Koridor dan stasiun utama
Pola utama Bima mengikuti lintas selatan yang antara lain melewati Cirebon, Purwokerto, Kroya, Kebumen, Kutoarjo, Yogyakarta, Solo Balapan, dan Madiun sebelum mencapai Surabaya Gubeng. Stasiun asal/tujuan utamanya adalah Gambir dan Surabaya Gubeng. Pemberhentian naik/turun berbeda dari stasiun yang sekadar dilintasi, terutama di wilayah Jakarta. [1]
Penting: stasiun yang dilewati belum tentu merupakan stasiun tempat kereta berhenti untuk pelayanan penumpang. Daftar dan status pemberhentian dapat berbeda menurut nomor KA, arah perjalanan, maupun tahun GAPEKA. Sebelum memesan tiket, periksa relasi dan tanggal pada situs resmi KAI atau aplikasi Access by KAI.
Jadwal Terbaru — GAPEKA 2025
KA | Kereta | Asal | Tujuan | Berangkat | Tiba | Durasi | Status |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
8 | GMR | SGU | 17:00 | 03:20 (+1 hari) | 10j 20m | REGULER | |
7 | SGU | GMR | 19:20 | 05:45 (+1 hari) | 10j 25m | REGULER |
- Berangkat17:00KA 8Stasiun asal
GMRStasiun tujuanSGU - Berangkat19:20KA 7Stasiun asal
SGUStasiun tujuanGMR