Kereta Api Argo Wilis merupakan bagian dari layanan antarkota PT Kereta Api Indonesia (Persero). Argo Wilis menghubungkan Bandung dengan Surabaya Gubeng melintasi lintas selatan Pulau Jawa. Perjalanannya dikenal melewati bentang alam pegunungan dan daerah persawahan, menjadikan rute ini juga diminati penumpang yang ingin menikmati pemandangan dari kereta. [1]
Profil Kereta Api Argo Wilis
Untuk membaca sejarahnya secara tepat, profil layanan perlu dibedakan dari tanggal perjalanan dalam sistem pemesanan tiket. Data dasar berikut merangkum identitas dan koridor yang telah didokumentasikan; nomor perjalanan dapat berubah bersama GAPEKA. [1]
- Nama layanan dalam arsip: Kereta Api Argo Wilis.
- Operator: PT Kereta Api Indonesia (Persero).
- Jenis: kereta api penumpang antarkota.
- Relasi: Bandung – Surabaya Gubeng, pulang-pergi, melalui lintas selatan Jawa.
- Awal pengoperasian: 8 November 1998.
- Kelas: Eksekutif; layanan Panoramic tersedia pada perjalanan yang menawarkannya.
- Karakter: Identik dengan perjalanan siang yang melintasi jalur pegunungan Jawa Barat dan koridor selatan Jawa.
Argo Wilis lazim dikaitkan dengan perjalanan siang, sedangkan Turangga pada koridor yang sama dikenal sebagai layanan malam. Meski jalurnya beririsan, jam dan kemungkinan pemberhentian keduanya tidak otomatis identik. Informasi layanan aktual, termasuk formasi kereta, fasilitas, dan waktu tempuh, perlu ditinjau menurut tanggal dan nomor perjalanan melalui kanal resmi KAI.
Asal-usul Nama Argo Wilis
Nama Wilis diambil dari Gunung Wilis, kawasan pegunungan di Jawa Timur yang berkaitan erat dengan wilayah Madiun dan Nganjuk. Nama ini mengikuti tradisi layanan Argo yang menggunakan nama gunung sebagai identitas, seperti Argo Lawu dan Argo Semeru. [1]
Nama sebuah kereta berfungsi sebagai identitas layanan, sehingga tidak dengan sendirinya menunjukkan stasiun asal, stasiun tujuan, atau seluruh lokasi pemberhentiannya. Untuk memahami perjalanan, informasi penamaan harus dibaca bersama sejarah pengoperasian dan dokumen GAPEKA.
Pengoperasian Kereta Api Argo Wilis
Sejarah dan perkembangan layanan
Argo Wilis diresmikan pada 8 November 1998 untuk melayani koridor Bandung–Surabaya. Rangkaian dan kelas pelayanannya mengalami beberapa generasi pembaruan. Pada akhir 2019 relasi sempat diperpanjang menuju Jakarta, namun kemudian dikembalikan ke Bandung–Surabaya. [1][3]
Pengoperasian dan pembaruan rangkaian
Sejak 2023 kereta Panoramic juga diperkenalkan pada koridor ini untuk memberikan pengalaman menikmati pemandangan melalui jendela yang lebih luas. Publikasi KAI pada 2026 turut mencatat penggunaan rangkaian Stainless Steel New Generation untuk layanan eksekutif Argo Wilis. Ketersediaan Panoramic dapat berbeda pada hari tertentu. [2][3]
Nomor KA, jadwal, rangkaian yang bertugas, dan layanan tambahan dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu. Penumpang sebaiknya tidak memakai jam atau kelas layanan dari arsip tahun lalu sebagai kepastian untuk keberangkatan saat ini.
Stasiun Pemberhentian Kereta Api Argo Wilis
Koridor dan stasiun utama
Stasiun yang relevan dalam lintas Bandung–Surabaya Gubeng antara lain Bandung, Cipeundeuy, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Kroya, Yogyakarta, Solo Balapan, dan Madiun. Koridor ini kemudian berlanjut ke Surabaya Gubeng melalui wilayah Jawa Timur. Informasi pemberhentian untuk naik dan turun penumpang wajib mengikuti perjalanan yang dipilih. [1]
Penting: stasiun yang dilewati belum tentu merupakan stasiun tempat kereta berhenti untuk pelayanan penumpang. Daftar dan status pemberhentian dapat berbeda menurut nomor KA, arah perjalanan, maupun tahun GAPEKA. Sebelum memesan tiket, periksa relasi dan tanggal pada situs resmi KAI atau aplikasi Access by KAI.
Jadwal Terbaru — GAPEKA 2025
KA | Kereta | Asal | Tujuan | Berangkat | Tiba | Durasi | Status |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
10 | BD | SGU | 07:35 | 17:15 | 9j 40m | REGULER | |
9 | SGU | BD | 08:30 | 18:17 | 9j 47m | REGULER |
- Berangkat07:35KA 10Stasiun asal
BDStasiun tujuanSGU - Berangkat08:30KA 9Stasiun asal
SGUStasiun tujuanBD