Kereta Api Turangga merupakan bagian dari layanan antarkota PT Kereta Api Indonesia (Persero). Turangga merupakan layanan kereta api penumpang antarkota yang menghubungkan Bandung dan Surabaya melalui koridor selatan Jawa. Penumpang kerap memilih kereta ini untuk perjalanan malam karena berangkat dari terminal pada malam hari dan tiba di kota tujuan pada hari berikutnya. [1]
Profil Kereta Api Turangga
Untuk membaca sejarahnya secara tepat, profil layanan perlu dibedakan dari tanggal perjalanan dalam sistem pemesanan tiket. Data dasar berikut merangkum identitas dan koridor yang telah didokumentasikan; nomor perjalanan dapat berubah bersama GAPEKA. [1]
- Nama layanan dalam arsip: Kereta Api Turangga.
- Operator: PT Kereta Api Indonesia (Persero).
- Jenis: kereta api penumpang antarkota.
- Relasi: Bandung – Surabaya Gubeng, pulang-pergi, melalui lintas selatan Jawa.
- Awal pengoperasian: 1 September 1995.
- Kelas: Eksekutif; layanan Panoramic tersedia pada perjalanan tertentu.
- Karakter: Layanan malam koridor Bandung–Surabaya dengan kedatangan pada hari berikutnya.
Turangga dan Argo Wilis melayani koridor yang serupa, tetapi mempunyai pola waktu berbeda. Pemeriksaan jadwal resmi tetap diperlukan ketika penumpang ingin menggunakan stasiun antara. Informasi layanan aktual, termasuk formasi kereta, fasilitas, dan waktu tempuh, perlu ditinjau menurut tanggal dan nomor perjalanan melalui kanal resmi KAI.
Asal-usul Nama Turangga
Kata Turangga digunakan dalam tradisi bahasa dan sastra Jawa untuk menyebut kuda, terutama kuda tunggangan. Penggunaan nama tersebut membawa asosiasi kecepatan dan ketangguhan sebagai identitas layanan angkutan jarak jauh. Turangga tidak merujuk pada nama stasiun atau jalur tertentu. [1]
Nama sebuah kereta berfungsi sebagai identitas layanan, sehingga tidak dengan sendirinya menunjukkan stasiun asal, stasiun tujuan, atau seluruh lokasi pemberhentiannya. Untuk memahami perjalanan, informasi penamaan harus dibaca bersama sejarah pengoperasian dan dokumen GAPEKA.
Pengoperasian Kereta Api Turangga
Sejarah dan perkembangan layanan
Turangga mulai beroperasi pada 1 September 1995. Pada awalnya kereta ini menawarkan gabungan kelas bisnis dan eksekutif, tetapi sejak Oktober 1999 pengoperasian utamanya diarahkan ke kelas eksekutif. Dalam perjalanan sejarahnya, pergantian rangkaian dilakukan seiring peningkatan standar layanan KAI. [1][3]
Pengoperasian dan pembaruan rangkaian
Perkembangan berikutnya mencakup penggunaan kereta Panoramic pada sebagian perjalanan di koridor Bandung–Surabaya serta pembaruan rangkaian eksekutif. Publikasi resmi KAI tahun 2026 memasukkan Turangga dalam layanan dengan sarana Stainless Steel New Generation. [2][3]
Nomor KA, jadwal, rangkaian yang bertugas, dan layanan tambahan dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu. Penumpang sebaiknya tidak memakai jam atau kelas layanan dari arsip tahun lalu sebagai kepastian untuk keberangkatan saat ini.
Stasiun Pemberhentian Kereta Api Turangga
Koridor dan stasiun utama
Rute Turangga menghubungkan Bandung dan Surabaya Gubeng melalui Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Kroya, Kebumen, Kutoarjo, Yogyakarta, Solo Balapan, Madiun, dan sejumlah kota di Jawa Timur. Di Cipeundeuy terdapat pemeriksaan sarana yang terkait dengan karakter jalur pegunungan. Tidak semua titik yang dilintasi selalu menjadi lokasi naik dan turun penumpang pada tiap tanggal. [1]
Penting: stasiun yang dilewati belum tentu merupakan stasiun tempat kereta berhenti untuk pelayanan penumpang. Daftar dan status pemberhentian dapat berbeda menurut nomor KA, arah perjalanan, maupun tahun GAPEKA. Sebelum memesan tiket, periksa relasi dan tanggal pada situs resmi KAI atau aplikasi Access by KAI.
Jadwal Terbaru — GAPEKA 2025
KA | Kereta | Asal | Tujuan | Berangkat | Tiba | Durasi | Status |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
12 | BD | SGU | 17:40 | 03:40 (+1 hari) | 10j 0m | REGULER | |
11 | SGU | BD | 20:00 | 06:10 (+1 hari) | 10j 10m | REGULER |
- Berangkat17:40KA 12Stasiun asal
BDStasiun tujuanSGU - Berangkat20:00KA 11Stasiun asal
SGUStasiun tujuanBD