Kereta Api Pandanwangi merupakan layanan penumpang regional yang melayani koridor Jember–Ketapang (Banyuwangi), pulang-pergi. Artikel ini membahas profil, asal nama, sejarah layanan, perubahan sarana, dan stasiun berhenti dengan mengacu pada informasi operator dan sumber pendukung. [1]
Profil Kereta Api Pandanwangi
Relasi kereta lokal dapat berubah menurut GAPEKA dan nomor perjalanan. Informasi historis perlu dibedakan dari jadwal yang tersedia untuk tanggal tertentu, termasuk perjalanan yang hanya beroperasi di bagian lintas. [1][2]
- Nama layanan: Kereta Api Pandanwangi.
- Operator: PT KAI (Persero), Daop 9 Jember.
- Kategori: kereta api lokal/komuter regional.
- Relasi: Jember–Ketapang (Banyuwangi), pulang-pergi.
- Kegunaan: mobilitas harian, pendidikan, pekerjaan dan kegiatan ekonomi.
Pandanwangi tidak sama dengan Probowangi dan Blambangan Ekspres. Meski melayani bagian lintas serupa, ketiga layanan mempunyai operator, tarif, kelas dan pola berhenti yang harus diperiksa secara terpisah.
Asal-usul Nama Pandanwangi
Nama Pandanwangi secara harfiah berkaitan dengan tumbuhan pandan yang beraroma harum. Nama ini digunakan sebagai identitas layanan lokal antara Jember dan Banyuwangi. Karena materi resmi yang ditinjau lebih banyak berfokus pada pengoperasian, makna kata tidak harus diartikan sebagai pernyataan bahwa operator memilih nama tersebut berdasarkan satu legenda atau peristiwa sejarah tertentu. [2]
Asal nama sebuah kereta merupakan identitas sejarah atau geografi. Nama itu tidak menentukan secara otomatis seluruh stasiun perhentian ataupun cakupan operasi semua nomor KA.
Pengoperasian Kereta Api Pandanwangi
Sejarah pengoperasian
Pandanwangi telah lama melayani jalur lokal Jember–Banyuwangi dengan kelas ekonomi bersubsidi, sehingga bisa menjangkau pengguna yang bepergian untuk sekolah, bekerja, berdagang, maupun mengunjungi keluarga. Kereta ini berbeda dari layanan jarak jauh yang melintasi bagian rel sama tetapi tidak berhenti di beberapa stasiun lokal. KAI mencatat lebih dari 1,15 juta penumpang Pandanwangi sepanjang 2025, memperlihatkan pentingnya mobilitas regional tersebut. [2][3]
Pembaruan sarana dan pola perjalanan
Saat jalur jalan raya di kawasan Gumitir terganggu, mulai 11 Agustus 2025 KAI menambah enam stasiun pemberhentian Pandanwangi, yaitu Ledokombo, Sempolan, Garahan, Glenmore, Sumberwadung dan Argopuro. Ketika kondisi jalan pulih, KAI mengumumkan pengembalian ke pola berhenti normal sejak 1 Oktober 2025. Hal ini perlu dicatat karena jadwal selama penanganan Gangguan Gumitir bukan bukti keenam stasiun tersebut terus melayani penumpang selamanya. [1][3]
Penyesuaian perjalanan dapat terjadi karena perubahan grafik perjalanan, perawatan prasarana, atau kebutuhan masyarakat. Karena itu, jadwal tahun sebelumnya sebaiknya digunakan sebagai arsip saja.
Stasiun Pemberhentian Kereta Api Pandanwangi
Lintas dan stasiun antara
Menurut pengumuman KAI yang diberitakan RRI, pola normal pada Oktober 2025 melayani delapan stasiun: Jember, Kalisat, Kalibaru, Kalisetail, Temuguruh, Rogojampi, Banyuwangi Kota dan Ketapang. Stasiun lain di koridor tersebut dapat dilewati tanpa berhenti ketika pola reguler digunakan. Untuk 2026 dan setelahnya, konfirmasi kembali status pemberhentian sesuai tanggal perjalanan. [1][2]
Catatan: stasiun yang dilintasi belum tentu menerima penumpang pada seluruh nomor KA. Pastikan informasi dari PT KAI atau KAI Commuter sesuai operator dan tanggal perjalanan.
Jadwal Terbaru — GAPEKA 2025
KA | Kereta | Asal | Tujuan | Berangkat | Tiba | Durasi | Status |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
491 | JR | KTG | 05:10 | 07:45 | 2j 35m | REGULER | |
492 | KTG | JR | 10:00 | 12:30 | 2j 30m | REGULER | |
493 | JR | KTG | 14:15 | 16:45 | 2j 30m | REGULER | |
494 | KTG | JR | 18:45 | 21:15 | 2j 30m | REGULER |
- Berangkat05:10KA 491Stasiun asal
JRStasiun tujuanKTG - Berangkat10:00KA 492Stasiun asal
KTGStasiun tujuanJR - Berangkat14:15KA 493Stasiun asal
JRStasiun tujuanKTG - Berangkat18:45KA 494Stasiun asal
KTGStasiun tujuanJR