Kereta Api Progo merupakan layanan PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang berhubungan dengan koridor Lempuyangan (Yogyakarta)–Pasar Senen (Jakarta), pulang-pergi via Purwokerto. Profil ini menguraikan asal-usul nama, sejarah operasi, dan stasiun utama tanpa menyamakan jadwal historis dengan keberangkatan yang tersedia saat ini. [1]
Profil Kereta Api Progo
Dalam arsip GAPEKA, satu nama kereta dapat memiliki beberapa pola waktu, komposisi rangkaian, maupun nomor KA. Data dasar berikut perlu dibaca bersama periode penggunaan layanan dan informasi dari operator. [1][2]
- Nama layanan: Kereta Api Progo.
- Operator: PT Kereta Api Indonesia (Persero).
- Kategori: kereta penumpang antarkota.
- Relasi: Lempuyangan (Yogyakarta)–Pasar Senen (Jakarta), pulang-pergi via Purwokerto.
- Riwayat awal: 2002 sebagai nama Progo setelah layanan terdahulu Empu Jaya.
- Kelas terdokumentasi: Ekonomi; Stainless Steel New Generation digunakan pada 2026.
Progo bukan layanan menuju Solo dan tidak identik dengan Bogowonto atau Gajahwong walaupun sebagian lintas dan terminalnya beririsan.
Asal-usul Nama Progo
Nama Progo diambil dari Sungai Progo yang mengalir melalui kawasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sungai tersebut berkaitan erat dengan Kulon Progo dan bentang alam bagian barat Yogyakarta. Penamaan itu menampilkan ciri geografis daerah terminalnya, bukan menunjukkan adanya Stasiun Progo yang menjadi tujuan kereta. [2]
Penjelasan asal nama perlu dibedakan dari geografi jalur. Nama suatu kota atau gunung tidak selalu berarti kereta berhenti di lokasi tersebut.
Pengoperasian Kereta Api Progo
Sejarah pengoperasian
Layanan pendahulu Progo dikenal dengan nama Senja Ekonomi Yogya dan kemudian Empu Jaya, akronim yang menghubungkan Lempuyangan dengan Jakarta Raya. Setelah berbagai penataan pelayanan, nama Progo mulai digunakan pada 2002 untuk perjalanan ekonomi antarkota antara Yogyakarta dan Jakarta. Identitas tersebut terus dikenal meskipun nomor KA, terminal Jakarta, dan sarana pada masa berbeda mengalami penyesuaian. [1][2]
Perkembangan kelas dan rangkaian
Kereta Progo memberikan pilihan ekonomi di koridor selatan Jawa yang juga dilalui berbagai layanan eksekutif dan campuran. Pada 6 Juni 2026, KAI menegaskan Progo relasi Pasar Senen–Lempuyangan termasuk layanan ekonomi yang menggunakan rangkaian Stainless Steel New Generation. Rangkaian terbaru menawarkan tempat duduk lebih ergonomis dan fasilitas sesuai kelas yang ditawarkan. Perubahan sarana tidak mengubah bahwa tiket dan pemberhentian perlu ditinjau menurut tanggal perjalanan. [1][3]
Nomor KA, jam keberangkatan, kelas, serta ketentuan berhenti mengikuti GAPEKA dan keputusan operasional yang berlaku. Gunakan informasi sejarah sebagai konteks, bukan untuk menetapkan jadwal tanpa pemeriksaan.
Stasiun Pemberhentian Kereta Api Progo
Lintas serta stasiun utama
Dua terminal utama adalah Pasar Senen dan Lempuyangan. Rute melalui Cirebon, Bumiayu, Purwokerto, Kroya, Kebumen, Kutoarjo, Wates, dan Lempuyangan. Sebagian titik dalam lintas belum tentu menjadi lokasi berhenti penumpang untuk semua nomor KA. Perjalanan ini berbeda dari kereta menuju Yogyakarta yang berakhir di Stasiun Yogyakarta (Tugu), sehingga pembeli tiket wajib memeriksa nama stasiunnya. [1][3]
Perhatian: stasiun yang dilewati belum tentu menjadi pemberhentian untuk menaikkan atau menurunkan penumpang. Periksa nomor KA, stasiun dan tanggal pada situs resmi KAI atau aplikasi Access by KAI.
Jadwal Terbaru — GAPEKA 2025
KA | Kereta | Asal | Tujuan | Berangkat | Tiba | Durasi | Status |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
257 | LPN | PSE | 13:10 | 20:45 | 7j 35m | REGULER | |
258 | PSE | LPN | 23:20 | 06:40 (+1 hari) | 7j 20m | REGULER |
- Berangkat13:10KA 257Stasiun asal
LPNStasiun tujuanPSE - Berangkat23:20KA 258Stasiun asal
PSEStasiun tujuanLPN