Kereta Api Jaka Tingkir merupakan layanan PT Kereta Api Indonesia (Persero) pada koridor Pasar Senen–Solo Balapan, pulang-pergi melalui Purwokerto dan Yogyakarta. Profil berikut membahas asal nama, perjalanan pengoperasian, serta stasiun penting dengan memperhatikan perbedaan antara arsip jadwal lama dan kondisi yang sudah diperbarui. [1]
Profil Kereta Api Jaka Tingkir
Identitas dan relasi sebuah kereta dapat berubah mengikuti perkembangan layanan. Tanggal peluncuran bukan jaminan bahwa kelas, terminal atau jadwal yang diumumkan pada masa itu sama dengan pengoperasian terbaru. [1][2]
- Nama layanan: Kereta Api Jaka Tingkir.
- Operator: PT Kereta Api Indonesia (Persero).
- Kategori: angkutan penumpang antarkota.
- Relasi: Pasar Senen–Solo Balapan, pulang-pergi melalui Purwokerto dan Yogyakarta.
- Awal pengoperasian: 8 Desember 2013.
- Kelas: Ekonomi; Stainless Steel New Generation pada 2026.
Perhatikan perbedaan antara terminal Solo Jebres atau Purwosari pada sumber lama dan Solo Balapan pada rilis KAI 2026.
Asal-usul Nama Jaka Tingkir
Nama Jaka Tingkir berasal dari tokoh dalam tradisi sejarah Jawa yang dikenal sebagai Sultan Hadiwijaya, penguasa Kesultanan Pajang. Tokoh Jaka Tingkir mempunyai hubungan kuat dengan kawasan Surakarta dan wilayah Pajang. Pemilihan nama tersebut memberi identitas budaya bagi perjalanan yang berawal dan berakhir di Solo. Sebutan Jaka Tingkir merujuk pada tokoh, bukan nama stasiun. [2]
Nama kereta merupakan identitas pelayanan; asal nama tidak selalu menjadi petunjuk wilayah perhentian atau jenis sarana yang digunakan.
Pengoperasian Kereta Api Jaka Tingkir
Sejarah pengoperasian
Jaka Tingkir memulai perjalanan pada 8 Desember 2013, awalnya berangkat dari Stasiun Solo Jebres sebagai alternatif bagi penumpang ekonomi menuju Jakarta. Selanjutnya terminal di wilayah Solo berubah ke Purwosari pada periode tertentu, sebelum perjalanan dikenal menggunakan Solo Balapan sebagai terminal timur pada layanan yang dicantumkan KAI tahun 2026. Perubahan terminal perlu dipahami sebagai perkembangan layanan dan tidak berarti tiga nama kereta berbeda. [1][2]
Perkembangan rangkaian dan pelayanan
Pada peluncuran awal, perjalanan Jaka Tingkir pernah dijalankan pada hari tertentu dan berkembang menjadi keberangkatan lebih teratur setelah penyediaan rangkaian yang memadai. Pada 6 Juni 2026, KAI memasukkan Jaka Tingkir relasi Pasar Senen–Solo Balapan ke daftar kereta kelas ekonomi dengan sarana Stainless Steel New Generation. Modernisasi ini memengaruhi tampilan interior dan fasilitas sehingga informasi sarana lama tidak lagi selalu relevan. [3][1]
Pengaturan waktu, kelas, dan formasi dapat disesuaikan oleh operator pada penerapan Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA). Sebelum membeli tiket, periksa nama layanan serta nomor perjalanan yang berlaku untuk tanggal yang dipilih.
Stasiun Pemberhentian Kereta Api Jaka Tingkir
Koridor dan stasiun utama
Stasiun Pasar Senen dan Solo Balapan menjadi terminal yang dinyatakan KAI pada 2026. Koridor perjalanannya melalui Bekasi, Cirebon, Bumiayu, Purwokerto, Kroya, Kebumen, Kutoarjo, Yogyakarta, Klaten dan Solo. Beberapa tempat hanya dilintasi, sedangkan sebagian dijadwalkan untuk berhenti dan menerima penumpang. Penentuan stasiun asal/tujuan pada tiket mengikuti nomor perjalanan dan jadwal mutakhir. [1][3]
Perhatian: stasiun yang dilintasi tidak selalu membuka layanan naik-turun. Gunakan situs resmi KAI atau aplikasi Access by KAI untuk memastikan pemberhentian dan jadwal tanggal perjalanan.
Jadwal Terbaru — GAPEKA 2025
KA | Kereta | Asal | Tujuan | Berangkat | Tiba | Durasi | Status |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
256 | PSE | SLO | 11:50 | 20:00 | 8j 10m | REGULER | |
255 | SLO | PSE | 23:35 | 07:43 (+1 hari) | 8j 8m | REGULER |
- Berangkat11:50KA 256Stasiun asal
PSEStasiun tujuanSLO - Berangkat23:35KA 255Stasiun asal
SLOStasiun tujuanPSE