Kereta Api Kertajaya merupakan layanan PT Kereta Api Indonesia (Persero) pada koridor Pasar Senen–Surabaya Pasarturi, pulang-pergi melalui lintas utara Jawa. Profil berikut membahas asal nama, perjalanan pengoperasian, serta stasiun penting dengan memperhatikan perbedaan antara arsip jadwal lama dan kondisi yang sudah diperbarui. [1]
Profil Kereta Api Kertajaya
Identitas dan relasi sebuah kereta dapat berubah mengikuti perkembangan layanan. Tanggal peluncuran bukan jaminan bahwa kelas, terminal atau jadwal yang diumumkan pada masa itu sama dengan pengoperasian terbaru. [1][2]
- Nama layanan: Kereta Api Kertajaya.
- Operator: PT Kereta Api Indonesia (Persero).
- Kategori: angkutan penumpang antarkota.
- Relasi: Pasar Senen–Surabaya Pasarturi, pulang-pergi melalui lintas utara Jawa.
- Awal pengoperasian: sekitar 1994 sebagai layanan Kertajaya.
- Kelas: Ekonomi premium; perjalanan tambahan dapat memiliki kelas lain.
Kertajaya dan Ambarawa Ekspres memiliki hubungan pemanfaatan rangkaian pada beberapa periode, namun terminal dan jarak perjalanan keduanya berbeda.
Asal-usul Nama Kertajaya
Nama Kertajaya juga dikenal dalam tradisi sejarah Jawa sebagai nama Raja Kertajaya dari Kerajaan Kadiri. Dalam konteks identitas layanan, unsur ‘kerta’ dan ‘jaya’ membawa asosiasi kemakmuran serta kejayaan. Kaitan etimologis khusus yang ditetapkan operator tidak selalu dijelaskan dalam sumber resmi, sehingga hubungan dengan raja sebaiknya ditempatkan sebagai latar nama yang dikenal, bukan diklaim sebagai keputusan penamaan yang terdokumentasi pasti. [2]
Nama kereta merupakan identitas pelayanan; asal nama tidak selalu menjadi petunjuk wilayah perhentian atau jenis sarana yang digunakan.
Pengoperasian Kereta Api Kertajaya
Sejarah pengoperasian
Kereta Api Kertajaya sudah dikenal sebagai layanan penumpang ekonomi jarak jauh sejak sekitar 1994. Koridor utara Jakarta–Surabaya juga pernah dilayani kereta lain, termasuk Gaya Baru Malam Utara yang kemudian berakhir pengoperasiannya pada awal 2000-an. Karena itu, nama lama dalam arsip sebaiknya tidak disamakan tanpa bukti dengan Kertajaya. Dalam perkembangan, layanan Kertajaya dikenal dengan kapasitas besar yang beberapa kali diperpanjang susunan rangkaiannya. [1][2]
Perkembangan rangkaian dan pelayanan
Pada Desember 2015 KAI pernah memperkenalkan perjalanan Kertajaya tambahan dengan rangkaian panjang, yang kemudian turut memengaruhi pola operasional reguler. Sejak 2019, sarana ekonomi premium berbahan baja nirkarat produksi PT INKA menjadi bagian dari modernisasi pelayanan Kertajaya. Status dan kelas perjalanan tambahan bisa berbeda dari kereta reguler. Dalam materi informasi perjalanan KAI untuk masa libur, perjalanan Kertajaya juga bisa dijual dengan rangkaian tambahan menggunakan kelas campuran. [3][1]
Pengaturan waktu, kelas, dan formasi dapat disesuaikan oleh operator pada penerapan Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA). Sebelum membeli tiket, periksa nama layanan serta nomor perjalanan yang berlaku untuk tanggal yang dipilih.
Stasiun Pemberhentian Kereta Api Kertajaya
Koridor dan stasiun utama
Perjalanan Pasar Senen–Surabaya Pasarturi melintasi Cirebon Prujakan, Tegal, Pekalongan, Semarang Poncol, Cepu, Bojonegoro, Babat dan Lamongan. Kertajaya memiliki koridor utara, tidak seperti kereta Pasar Senen–Surabaya Gubeng yang melalui Yogyakarta. Untuk stasiun antara dan perubahan pola berhenti, periksa nomor KA sebelum berangkat karena tidak semua stasiun yang dilewati melayani penumpang. [1][3]
Perhatian: stasiun yang dilintasi tidak selalu membuka layanan naik-turun. Gunakan situs resmi KAI atau aplikasi Access by KAI untuk memastikan pemberhentian dan jadwal tanggal perjalanan.
Jadwal Terbaru — GAPEKA 2025
KA | Kereta | Asal | Tujuan | Berangkat | Tiba | Durasi | Status |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
254 | PSE | SBI | 14:30 | 01:25 (+1 hari) | 10j 55m | REGULER | |
253 | SBI | PSE | 22:30 | 09:03 (+1 hari) | 10j 33m | REGULER |
- Berangkat14:30KA 254Stasiun asal
PSEStasiun tujuanSBI - Berangkat22:30KA 253Stasiun asal
SBIStasiun tujuanPSE