Kereta Api Jayakarta merupakan layanan PT Kereta Api Indonesia (Persero) pada koridor Pasar Senen–Surabaya Gubeng, pulang-pergi melalui Purwokerto dan Yogyakarta. Profil berikut membahas asal nama, perjalanan pengoperasian, serta stasiun penting dengan memperhatikan perbedaan antara arsip jadwal lama dan kondisi yang sudah diperbarui. [1]
Profil Kereta Api Jayakarta
Identitas dan relasi sebuah kereta dapat berubah mengikuti perkembangan layanan. Tanggal peluncuran bukan jaminan bahwa kelas, terminal atau jadwal yang diumumkan pada masa itu sama dengan pengoperasian terbaru. [1][2]
- Nama layanan: Kereta Api Jayakarta.
- Operator: PT Kereta Api Indonesia (Persero).
- Kategori: angkutan penumpang antarkota.
- Relasi: Pasar Senen–Surabaya Gubeng, pulang-pergi melalui Purwokerto dan Yogyakarta.
- Awal pengoperasian: 28 September 2017 sebagai Jayakarta Premium.
- Kelas: Ekonomi premium; komposisi dapat berubah mengikuti rangkaian.
Jayakarta dan Gaya Baru Malam Selatan memiliki hubungan sejarah, tetapi saat bersamaan dapat merujuk pada perjalanan yang berbeda; keduanya tidak boleh dicampur dalam satu halaman.
Asal-usul Nama Jayakarta
Nama Jayakarta adalah salah satu sebutan bersejarah wilayah Jakarta, berasal dari periode ketika Sunda Kelapa kemudian dikenal sebagai Jayakarta sebelum memakai nama Batavia. Dengan meminjam nama ini, KAI memberi identitas yang dekat dengan kota asal layanan di Jakarta. Jayakarta bukan singkatan dari Surabaya–Jakarta dan tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa kereta berhenti pada semua stasiun di ibu kota. [2]
Nama kereta merupakan identitas pelayanan; asal nama tidak selalu menjadi petunjuk wilayah perhentian atau jenis sarana yang digunakan.
Pengoperasian Kereta Api Jayakarta
Sejarah pengoperasian
Pada musim angkutan Lebaran Juni 2017, KAI mengoperasikan layanan tambahan Gaya Baru Malam Selatan Premium untuk lintas Pasar Senen–Surabaya Gubeng. Karena permintaan terhadap layanan cukup tinggi, KAI menjadikannya kereta reguler bernama Jayakarta Premium mulai 28 September 2017, bertepatan dengan hari jadi KAI. Pengoperasian tersebut menambah alternatif ekonomi premium di koridor selatan Jawa. Pada beberapa arsip, nama ini disingkat menjadi Jayakarta. [1][2]
Perkembangan rangkaian dan pelayanan
Jayakarta dikenal sebagai layanan ekonomi premium dengan tempat duduk berbeda dari ekonomi bersubsidi. Sejumlah generasi rangkaian pernah dipakai, termasuk kereta produksi PT INKA yang memiliki konfigurasi kursi 2–2. Informasi fasilitas harus dibaca berdasarkan formasi yang benar pada tanggal perjalanan karena perubahan sarana dapat terjadi. Nama Jayakarta pernah digunakan dalam layanan lain pada masa lebih lama; hal itu tidak otomatis menjadikan layanan 2017 sama dengan produk historis sebelumnya. [3][1]
Pengaturan waktu, kelas, dan formasi dapat disesuaikan oleh operator pada penerapan Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA). Sebelum membeli tiket, periksa nama layanan serta nomor perjalanan yang berlaku untuk tanggal yang dipilih.
Stasiun Pemberhentian Kereta Api Jayakarta
Koridor dan stasiun utama
Rute Pasar Senen–Surabaya Gubeng mengikuti lintas melalui Cirebon, Bumiayu, Purwokerto, Kroya, Kutoarjo, Yogyakarta, Solo Balapan, Madiun, Jombang dan Mojokerto. Terminal ini berbeda dari kereta tujuan Surabaya Pasarturi melalui lintas utara Jawa. Selain itu, beberapa stasiun di Jakarta hanya melayani penurunan penumpang pada arah tertentu; daftar yang bisa dipilih harus mengikuti nomor kereta. [1][3]
Perhatian: stasiun yang dilintasi tidak selalu membuka layanan naik-turun. Gunakan situs resmi KAI atau aplikasi Access by KAI untuk memastikan pemberhentian dan jadwal tanggal perjalanan.
Jadwal Terbaru — GAPEKA 2025
KA | Kereta | Asal | Tujuan | Berangkat | Tiba | Durasi | Status |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
251 | SGU | PSE | 13:50 | 02:35 (+1 hari) | 12j 45m | REGULER | |
252 | PSE | SGU | 17:10 | 06:00 (+1 hari) | 12j 50m | REGULER |
- Berangkat13:50KA 251Stasiun asal
SGUStasiun tujuanPSE - Berangkat17:10KA 252Stasiun asal
PSEStasiun tujuanSGU