5 Perilaku yang Bikin Penumpang Kereta Api Tidak Nyaman, Ini Etika yang Perlu Diperhatikan

Etika naik kereta api bukan sekadar aturan tertulis. Kebiasaan kecil selama perjalanan juga menentukan apakah orang lain dapat beristirahat, menikmati pemandangan, dan tiba di tujuan dengan nyaman. Melalui unggahan akun X resmi @KAI121 pada Rabu, 4 November 2026, PT Kereta Api Indonesia mengingatkan penumpang agar lebih peduli terhadap kenyamanan sesama pengguna jasa.

Dalam unggahan berjudul Lima Hal Sepele yang Bikin Semua “Bete” Saat Naik Kereta Api, KAI memberikan contoh yang mudah ditemui: menonton video dengan suara keras tanpa earphone dan menyenggol atau menendang bagian belakang kursi penumpang lain. Perilaku semacam ini mungkin terasa sepele bagi pelakunya, tetapi dampaknya bisa berlangsung sepanjang perjalanan berjam-jam.

Artikel ini membahas lima kebiasaan yang perlu dihindari. Dua contoh pertama disebut secara langsung dalam teks unggahan KAI121, sedangkan tiga contoh berikutnya merupakan pengembangan redaksi berdasarkan imbauan KAI mengenai volume suara, kesesuaian tempat duduk, dan penempatan barang bawaan. Kami tidak mengklaim telah membaca seluruh isi gambar unggahan yang file aslinya belum berhasil diperoleh.

Berikut pembahasan perilaku yang mengganggu, cara menegur dengan sopan, langkah meminta bantuan kondektur, dan tips menjaga kenyamanan bersama selama perjalanan kereta api jarak jauh maupun layanan komuter.

https://twitter.com/KAI121/status/2117910104666472867
Sumber: unggahan resmi KAI121 di X, 4 November 2026, tentang etika penumpang dan lima hal yang bisa mengganggu kenyamanan.

Lampiran gambar asli unggahan: Lihat gambar KAI121 pada unggahan 4 November 2026. Tautan membuka tampilan foto di X; berkas gambar asli belum berhasil diunduh secara terpisah ke Media Library. Ilustrasi di bawah merupakan visual redaksi.

Ilustrasi penumpang mengingatkan anak agar tidak menendang kursi serta kondektur membantu pelanggan di dalam kereta
Ilustrasi AI tentang etika penumpang kereta api. Bukan foto dokumentasi kejadian atau gambar asli unggahan KAI121.

KAI Ingatkan Pentingnya Etika Naik Kereta Api

Isi Unggahan KAI121 pada 4 November 2026

Dalam unggahan tersebut, KAI121 mengingatkan bahwa suasana perjalanan dapat berubah tidak menyenangkan ketika seseorang memutar video tanpa earphone, terlebih ketika penumpang lain sedang beristirahat. Contoh lain yang disebut adalah kursi penumpang yang terus ditendang dari belakang.

Pesan utamanya sederhana: membayar tiket memberikan hak menggunakan layanan, tetapi bukan kebebasan mengabaikan kenyamanan orang lain. Setiap penumpang mempunyai kebutuhan berbeda. Ada yang ingin tidur, bekerja menggunakan laptop, menemani anak, atau hanya menikmati perjalanan dalam keadaan tenang.

Unggahan itu berisi materi visual dari KAI121, tetapi akses yang tersedia baru berhasil memastikan teks unggahan serta keberadaan lampiran gambar. Karena itu, artikel ini tidak menuliskan tiga poin tambahan sebagai transkripsi pasti dari setiap slide gambar KAI121. Materi resmi asli tetap dapat dibuka melalui sematan unggahan di atas.

Mengapa Perilaku Kecil Bisa Mengganggu?

Perjalanan kereta jarak jauh sering memakan waktu beberapa jam. Ruang penumpang digunakan bersama, sehingga suara, gerakan kursi, percakapan, aroma, dan penempatan barang dapat langsung dirasakan oleh orang yang duduk berdekatan.

KAI Divre I Sumatera Utara pada Juni 2026 secara khusus mengingatkan pelanggan untuk menempati kursi sesuai tiket, menjaga volume suara, memperhatikan barang bawaan, dan menjaga kebersihan. Pesan ini memperkuat bahwa kenyamanan tidak hanya ditentukan desain kereta, melainkan juga perilaku pengguna layanan.

5 Perilaku yang Sebaiknya Dihindari Saat Naik Kereta

1. Memutar Video atau Musik Tanpa Earphone

Menonton film, membuka video pendek, atau mendengarkan musik memang dapat mengusir rasa bosan. Namun, suara dari ponsel bisa terdengar hingga beberapa baris kursi, terutama pada perjalanan malam ketika orang lain sedang beristirahat.

Jika ingin menikmati hiburan, gunakan earphone atau headphone dengan volume yang aman. Bila tidak membawa perangkat audio, pilih menonton dengan suara dimatikan dan membaca teks atau subtitle. Jangan menganggap semua penumpang menikmati musik maupun video yang sama.

Hal ini berlaku di berbagai layanan, misalnya ketika perjalanan panjang bersama Kereta Api Bima. Penumpang mungkin mempunyai jam tidur berbeda, sehingga suara yang bagi satu orang terasa biasa bisa mengganggu istirahat orang lain.

Untuk perangkat elektronik pribadi, pembaca juga dapat memeriksa aturan membawa power bank di kereta api. Menggunakan gawai secara tertib dan aman membantu menjaga suasana kabin tetap nyaman.

2. Menendang atau Menggoyangkan Kursi Penumpang di Depan

Gerakan kaki yang menyentuh sandaran kursi depan secara berulang dapat mengganggu orang yang sedang bersandar, makan, bekerja, atau tidur. KAI121 secara eksplisit mengangkat tindakan ini dalam unggahan tanggal 4 November 2026.

Posisikan kaki di ruang yang tersedia dan hindari menekan sandaran depan dengan lutut, telapak kaki, atau barang bawaan. Jika bepergian bersama anak, jelaskan bahwa sandaran di depannya merupakan bagian tempat duduk orang lain. Anak yang aktif mungkin memerlukan pendampingan agar tidak tanpa sengaja terus menendang kursi.

Jika Anda sendiri terdampak, jangan langsung membalas dengan menggoyang kursi atau meninggikan suara. Sampaikan permintaan secara singkat dan baik-baik. Bila situasi berlanjut atau membuat Anda merasa tidak aman, mintalah bantuan petugas.

3. Berbicara dan Menelepon Terlalu Keras

Bercakap-cakap dengan teman perjalanan tentu tidak dilarang. Namun, percakapan yang terlalu keras, panggilan telepon panjang dengan speaker aktif, atau tertawa berlebihan dapat mengganggu ketenangan kabin. Volume suara perlu disesuaikan dengan kondisi sekitar, terutama pada jam istirahat.

KAI telah mengingatkan agar penumpang memperhatikan volume suara saat berbicara maupun menggunakan perangkat elektronik. Pemberitaan mengenai insiden penumpang yang bernyanyi dengan suara keras di KA Sri Tanjung pada Juli 2024 menunjukkan bahwa petugas dapat turun tangan ketika kebisingan mengganggu penumpang lain.

Karena itu, saat menaiki KA Sri Tanjung atau KA Argo Wilis, gunakan volume percakapan yang wajar. Jika menerima panggilan penting, usahakan berbicara seperlunya tanpa menyalakan pengeras suara. Perhatikan pengumuman petugas agar tidak terlewat karena terlalu ramai.

4. Menempati Kursi yang Bukan Miliknya

Pada kereta jarak jauh yang menggunakan nomor tempat duduk, setiap pelanggan memiliki kursi sesuai tiket. Duduk di kursi kosong milik orang lain bisa menjadi masalah ketika pemegang tiket yang sah naik di stasiun berikutnya.

KAI berulang kali mengimbau penumpang untuk duduk sesuai nomor kursi. Jika ingin bertukar tempat dengan keluarga, tanyakan persetujuan pihak terkait terlebih dahulu; jangan menganggap kursi yang saat ini kosong pasti tidak akan digunakan penumpang lain.

Hal ini juga perlu diperhatikan saat menggunakan layanan seperti KA Gumarang atau KA Sancaka. Periksa nomor kereta, nomor kursi, dan huruf atau angka penanda tempat duduk yang tertera pada tiket.

Jika tempat duduk Anda sudah ditempati orang lain, tunjukkan tiket dengan sopan. Jika yang bersangkutan menolak berpindah atau timbul perdebatan, hubungi kondektur agar situasi diselesaikan melalui petugas resmi.

5. Meletakkan Barang hingga Mengganggu Penumpang Lain

Tas yang diletakkan di lorong, koper yang menutup akses pintu, atau barang yang mengambil ruang duduk penumpang lain dapat mengganggu pergerakan di dalam kereta. Selain tidak nyaman, barang yang menghalangi jalan juga menyulitkan penumpang dan petugas melintas.

Gunakan rak bagasi dan area penyimpanan yang tersedia sesuai kapasitas, serta pastikan barang tidak mudah jatuh. Jangan meletakkan koper berat atau barang berukuran besar di tempat yang tidak aman. Pengelolaan barang bawaan menjadi bagian dari etika karena ruang gerbong digunakan bersama.

Ketika memulai perjalanan dari Stasiun Gambir ataupun Stasiun Pasar Senen, atur tas sebelum boarding agar penempatan barang saat masuk kereta tidak memperlambat penumpang lain. Ikuti arahan petugas mengenai ukuran, berat, dan penempatan bagasi.

Catatan redaksi: Perilaku nomor 3 sampai 5 merupakan pengembangan berdasarkan imbauan KAI yang diberitakan pada Juni 2026, bukan klaim bahwa ketiganya pasti tertulis pada slide unggahan X 4 November 2026.

Pentingnya Menjaga Kebersihan dan Fasilitas Kereta

Selain lima contoh di atas, kebersihan menjadi bagian penting dari kenyamanan perjalanan. Penumpang sebaiknya tidak meninggalkan bungkus makanan, botol plastik, tisu, atau sampah lain di atas kursi, meja, dan lantai. Simpan sampah sementara jika tempat pembuangan belum tersedia.

Dalam imbauan KAI tahun 2026, penumpang diminta menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya atau menyerahkannya kepada petugas on train cleaning (OTC) yang berkeliling sesuai layanan. Tindakan sederhana ini membantu menjaga kursi dan area bersama tetap layak digunakan.

Perhatikan pula penggunaan toilet, wastafel, meja lipat, tirai, stopkontak, dan perlengkapan lain. Gunakan fasilitas sesuai fungsi, jangan merusaknya, dan segera laporkan kepada petugas apabila ada kerusakan atau kondisi tidak aman.

Cara Menegur Penumpang yang Mengganggu dengan Sopan

Sampaikan Keberatan secara Singkat

Jika ada suara video terlalu keras atau kursi Anda berulang kali terdorong, cobalah menyampaikan permintaan dengan nada tenang. Contohnya: “Permisi, boleh kecilkan volume videonya? Saya sedang beristirahat.” Untuk kursi yang terus ditendang, sampaikan keadaan yang Anda alami tanpa menuduh atau mempermalukan orang tersebut.

Memberikan kesempatan kepada orang lain untuk memperbaiki perilakunya sering kali lebih efektif daripada langsung marah. Bisa saja orang tersebut tidak menyadari dampak tindakannya terhadap penumpang di depan atau di belakang.

Hindari Perdebatan

Jika permintaan tidak diterima atau respons orang lain mulai agresif, jangan membalas dengan bentakan, merekam wajahnya untuk mempermalukan, atau memaksa konfrontasi. Prioritaskan keselamatan diri dan orang di sekitar. Anda tidak harus menyelesaikan semua masalah sendiri.

Apabila merasa tidak aman untuk menegur secara langsung, lewati langkah tersebut dan segera hubungi kondektur. Penumpang dapat menyampaikan kondisi yang dialami secara jelas, termasuk nomor kereta, kursi, dan masalah yang mengganggu.

Minta Bantuan Kondektur

KAI menyediakan petugas yang dapat membantu menangani gangguan kenyamanan dalam kereta jarak jauh. Menurut penjelasan KAI yang dimuat Liputan6 pada April 2024, nomor telepon kondektur terdapat pada bagian ujung gerbong, sehingga penumpang dapat menghubungi petugas jika membutuhkan bantuan.

Kondektur dapat membantu menengahi persoalan kesesuaian kursi dan situasi lain sesuai kewenangannya. Jika tidak mengetahui cara menghubungi petugas, cari informasi nomor kontak yang tertera pada rangkaian atau tanyakan kepada petugas yang melintas. Untuk layanan pelanggan umum, kanal resmi KAI121 juga dapat dihubungi melalui 121.

Hak dan Tanggung Jawab Sesama Penumpang

Penumpang yang telah membeli tiket mempunyai hak untuk menggunakan layanan sesuai ketentuan dan memperoleh perlakuan yang wajar. Namun, hak tersebut berjalan bersama tanggung jawab menjaga ketertiban. Kursi, lorong, rak bagasi, pintu, dan fasilitas umum tidak dapat digunakan sesuka hati apabila merugikan pelanggan lain.

Penumpang juga memiliki kebutuhan beragam. Lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, keluarga dengan anak kecil, dan penumpang yang membutuhkan bantuan tertentu perlu dihormati. Ikuti fasilitas dan pengaturan prioritas yang berlaku pada jenis kereta yang digunakan.

Perlu dibedakan antara kereta antarkota dan layanan komuter. Pada kereta antarkota, penumpang mengikuti nomor kursi pada tiket; sementara dalam layanan KRL seperti yang dibahas dalam panduan naik KRL Jakarta–Bogor atau naik KRL Solo–Jogja, tidak terdapat reservasi nomor kursi individual seperti kereta jarak jauh. Pada KRL, penumpang perlu memberi prioritas sesuai ketentuan fasilitas.

KAI juga menghimpun suara pelanggan untuk meningkatkan kenyamanan layanan. Dalam laporan kepuasan Semester I 2026, kebersihan, ruang tunggu, fasilitas boarding, serta kondisi toilet menjadi bagian aspek yang mendapat perhatian pelanggan. Karena itu, sikap penumpang dan kualitas sarana saling melengkapi.

Tips Menikmati Perjalanan Jauh dengan Nyaman

Persiapkan Perangkat dan Earphone

Jika berencana menonton film atau mendengarkan musik, siapkan earphone sebelum berangkat. Unduh hiburan saat masih mempunyai koneksi stabil agar tidak perlu terus mengoperasikan telepon dengan suara keras. Atur volume supaya tidak membahayakan pendengaran dan tetap memungkinkan Anda menyadari pengumuman penting.

Simpan Barang di Tempat yang Sesuai

Siapkan tas kecil untuk barang yang sering digunakan dan simpan koper sesuai petunjuk. Periksa kembali ruang kaki serta jalur keluar agar tidak terhalang. Jangan meninggalkan barang berharga tanpa pengawasan ketika pergi ke toilet atau kereta makan.

Perhatikan Anak dan Teman Perjalanan

Ketika bepergian dengan anak-anak, ingatkan mereka mengenai batas ruang pribadi penumpang lain. Hindari berlari di lorong, menendang sandaran, atau memutar video keras. Jika bepergian dalam rombongan, atur percakapan dan aktivitas bersama agar tidak mengganggu kabin.

Patuhi Informasi Petugas

Sebelum keberangkatan, pastikan nomor kursi dan jadwal perjalanan sudah sesuai. Informasi tiket dapat diperiksa melalui aplikasi Access by KAI. Jika mengalami kendala saat boarding, tempat duduk, atau penggunaan fasilitas, ikuti penjelasan petugas.

Bila perjalanan disertai agenda wisata, pilih rencana yang tidak membuat penumpang terburu-buru di stasiun. Pembaca yang hendak mengisi waktu singkat sebelum keberangkatan dapat mempertimbangkan panduan museum dekat stasiun kereta api, sambil memperhatikan waktu boarding dan aturan masing-masing museum.

Pertanyaan Penumpang tentang Etika di Kereta

Unggahan KAI121 tanggal 4 November 2026 mengundang perhatian terhadap kebiasaan sederhana yang mengganggu. Namun, komentar individual pada utas X tersebut belum dapat kami akses dan verifikasi secara lengkap. Karena itu, pertanyaan di bawah merangkum kebutuhan informasi penumpang berdasarkan keterangan resmi KAI dan situasi yang umum terjadi, bukan kutipan komentar atau statistik reaksi warganet.

Bagaimana jika penumpang lain memutar video keras?

Jika situasi aman, mintalah dengan sopan agar volumenya dikecilkan atau menggunakan earphone. Jika masalah berlanjut dan Anda merasa tidak nyaman untuk menegur, minta bantuan petugas.

Apakah saya boleh meminta orang lain pindah dari kursi sesuai tiket saya?

Ya, pada layanan dengan nomor kursi, Anda berhak menggunakan tempat duduk sesuai tiket. Tunjukkan nomor kursi dan mintalah orang tersebut memeriksa tiketnya. Jika timbul perselisihan, minta bantuan kondektur.

Apakah semua penumpang harus diam sepanjang perjalanan?

Tidak. Mengobrol, bekerja, atau menikmati hiburan pada dasarnya bisa dilakukan selama tetap menghormati pengguna lain. Yang perlu dihindari ialah kebisingan dan perilaku yang secara nyata mengganggu kenyamanan bersama.

FAQ Etika Naik Kereta Api

Apakah boleh menonton video tanpa earphone di kereta?

Menonton video merupakan kegiatan pribadi, tetapi suaranya sebaiknya tidak mengganggu orang lain. Gunakan earphone atau matikan suara ketika menonton di ruang penumpang bersama.

Apakah menendang sandaran kursi termasuk perilaku tidak sopan?

Ya. Tendangan atau dorongan berulang mengganggu pengguna kursi di depan dan dapat mengurangi kenyamanan maupun kesempatan beristirahat.

Apa yang harus dilakukan jika ada penumpang berisik?

Cobalah meminta dengan sopan agar suara dikecilkan apabila situasi aman. Jika tidak berhasil atau mulai menimbulkan konflik, hubungi petugas kereta.

Bagaimana jika tempat duduk saya ditempati orang lain?

Periksa kembali tiket, lalu komunikasikan dengan baik. Bila orang tersebut menolak berpindah, minta kondektur membantu menyelesaikan masalah.

Bolehkah meletakkan koper di lorong kereta?

Jangan menaruh koper di area yang menghalangi jalan atau akses keselamatan. Gunakan fasilitas penyimpanan bagasi sesuai petunjuk petugas dan kapasitas kereta.

Ke mana penumpang dapat melaporkan gangguan selama perjalanan?

Untuk gangguan di kereta jarak jauh, hubungi kondektur melalui nomor yang tersedia di rangkaian atau petugas yang bertugas. KAI121 juga mempunyai layanan pelanggan melalui 121.

Kesimpulan

Etika naik kereta api dimulai dari kebiasaan sederhana. Hindari memutar video tanpa earphone, menendang kursi di depan, berbicara terlalu keras, menempati kursi yang bukan haknya, dan meletakkan barang hingga menghalangi orang lain. Dua contoh pertama disebut langsung dalam unggahan KAI121 pada 4 November 2026, sementara tiga poin lainnya dikembangkan dari edukasi KAI mengenai ketertiban serta kenyamanan penumpang.

Jika mendapati masalah selama perjalanan, sampaikan keberatan dengan tenang dan minta bantuan kondektur bila diperlukan. Dengan saling menghargai, perjalanan yang panjang dapat terasa lebih menyenangkan, aman, dan nyaman bagi semua pelanggan.

Referensi

  1. KAI121 di X — Lima Hal Sepele yang Bikin Semua “Bete” Saat Naik Kereta Api, 4 November 2026. Sumber utama tema serta contoh video tanpa earphone dan kursi ditendang.
  2. ANTARA Sumut — KAI Sumut Ingatkan Pelanggan Terapkan Etika demi Kenyamanan Bersama, 3 Juni 2026. Rujukan resmi KAI mengenai suara, nomor kursi, bagasi, dan kebersihan.
  3. IndonesiaBaik — Etika Naik Transportasi Umum. Referensi praktik sopan santun di fasilitas umum.
  4. KAI — Customer Focus, KAI Libatkan Suara Pelanggan untuk Tingkatkan Layanan, 2026. Referensi perhatian pelanggan terhadap kenyamanan dan fasilitas.
  5. Liputan6 — Penjelasan KAI Mengenai Tempat Duduk Tidak Sesuai Tiket, 3 April 2024. Rujukan cara meminta bantuan kondektur.
  6. detikTravel — Penumpang Berisik di KA Sri Tanjung dan Tindakan Petugas, 17 Juli 2024. Contoh historis penanganan kebisingan, bukan respons terhadap unggahan X 2026.

Catatan redaksi, 5 November 2026: File foto asli dari lampiran unggahan X KAI121 belum berhasil diperoleh sebagai berkas gambar langsung. Unggahan asli tetap disematkan. Balasan pengguna pada utas tersebut belum dapat diverifikasi seluruhnya, sehingga artikel tidak mengutip komentar rekaan. Ilustrasi yang ditambahkan merupakan visual buatan AI, bukan dokumentasi resmi KAI.