Kereta Api Batavia merupakan layanan penumpang PT Kereta Api Indonesia (Persero) pada relasi Gambir (Jakarta)–Solo Balapan, pulang-pergi melalui Purwokerto dan Yogyakarta. Halaman wiki ini memuat profil, asal nama, riwayat operasi, dan stasiun utama. Data historis tidak menggantikan jadwal sesuai nomor KA dan tanggal yang berlaku. [1]
Profil Kereta Api Batavia
Profil layanan perlu dibaca berdasarkan masa pengoperasian. Nomor perjalanan, jenis rangkaian serta status fakultatif atau reguler dapat berubah ketika Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA) diperbarui. [1][2]
- Nama layanan: Kereta Api Batavia.
- Operator: PT Kereta Api Indonesia (Persero).
- Kategori: kereta api penumpang antarkota atau regional sesuai lintas.
- Relasi: Gambir (Jakarta)–Solo Balapan, pulang-pergi melalui Purwokerto dan Yogyakarta.
- Awal operasional: 6 Februari 2025.
- Kelas yang terdokumentasi: Eksekutif dan ekonomi Stainless Steel New Generation.
Batavia berbagi lintas dengan beberapa layanan Jakarta–Solo, tetapi merupakan kereta dengan nama dan nomor perjalanan tersendiri, bukan pengganti otomatis Argo Lawu atau Manahan.
Asal-usul Nama Batavia
Nama Batavia berasal dari nama Jakarta pada masa Hindia Belanda. KAI menggunakannya untuk menonjolkan hubungan sejarah ibu kota dengan Solo yang dikenal sebagai kota budaya. Penamaan ini bukan berarti kereta melewati kota bernama Batavia yang berbeda dari Jakarta modern, ataupun menunjukkan jenis rangkaian tertentu. Nama Batavia menjadi identitas baru untuk menambah pilihan perjalanan Jakarta–Solo. [1]
Asal penamaan merupakan identitas layanan dan tidak menunjukkan seluruh tempat berhenti. Stasiun asal dan tujuan perlu ditentukan dari relasi atau nomor KA, bukan hanya dari unsur nama.
Pengoperasian Kereta Api Batavia
Sejarah dan perkembangan layanan
KAI meresmikan Batavia pada 6 Februari 2025 di Stasiun Gambir. Pada masa peluncuran, keberangkatan ditawarkan terutama Kamis hingga Minggu selama Februari 2025. Kereta ini beroperasi pada relasi Gambir–Solo Balapan menggunakan lintas selatan melalui Cirebon, Purwokerto dan Yogyakarta. Oleh karena jadwal saat peluncuran bersifat khusus, penumpang tidak boleh menganggap pola Kamis–Minggu pasti berlaku terus pada seluruh periode berikutnya. [1][2]
Rangkaian, jadwal, dan penyesuaian layanan
Saat peluncuran, rangkaian Batavia terdiri dari empat kereta eksekutif berkapasitas 50 kursi per kereta dan empat kereta ekonomi berkapasitas 72 kursi per kereta, dengan sarana Stainless Steel New Generation. KAI masih mencantumkan Batavia dalam daftar layanan dengan rangkaian campuran eksekutif–ekonomi generasi baru pada 6 Juni 2026. Namun jumlah rangkaian, nomor perjalanan, dan frekuensi bisa mengalami penyesuaian GAPEKA. [2][3]
Waktu perjalanan dapat berubah karena perubahan GAPEKA, susunan rangkaian, perawatan prasarana, atau penyesuaian operasional khusus. Hindari memakai jam berangkat yang tertulis pada berita peluncuran sebagai jadwal pasti untuk tanggal saat ini.
Stasiun Pemberhentian Kereta Api Batavia
Koridor dan stasiun penting
Stasiun terminalnya adalah Gambir dan Solo Balapan. Dalam materi peluncuran, pemberhentian penting mencakup Cirebon, Purwokerto, Kroya, Kebumen, Kutoarjo, Yogyakarta, dan Klaten. Perjalanan ke arah Jakarta juga dapat memiliki ketentuan penurunan khusus di kawasan Jatinegara. Daftar tersebut menggambarkan pengoperasian awal dan perlu dicek kembali pada tanggal perjalanan, terutama karena jadwal fakultatif atau tambahan dapat berbeda. [1][3]
Catatan penumpang: stasiun yang dilintasi tidak selalu melayani naik atau turun pada setiap nomor KA. Periksa stasiun, arah dan tanggal melalui situs resmi KAI atau aplikasi Access by KAI.
Jadwal Terbaru — GAPEKA 2025
KA | Kereta | Asal | Tujuan | Berangkat | Tiba | Durasi | Status |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
244F | GMR | SLO | 09:35 | 18:00 | 8j 25m | FAKULTATIF | |
243F | SLO | GMR | 22:00 | 07:05 (+1 hari) | 9j 5m | FAKULTATIF |
- Berangkat09:35KA 244FStasiun asal
GMRStasiun tujuanSLO - Berangkat22:00KA 243FStasiun asal
SLOStasiun tujuanGMR