Kereta Api Majapahit merupakan layanan PT Kereta Api Indonesia (Persero) pada koridor Pasar Senen (Jakarta)–Malang, pulang-pergi melalui Semarang dan Solo Jebres. Profil berikut membahas asal nama, perjalanan pengoperasian, serta stasiun penting dengan memperhatikan perbedaan antara arsip jadwal lama dan kondisi yang sudah diperbarui. [1]
Profil Kereta Api Majapahit
Identitas dan relasi sebuah kereta dapat berubah mengikuti perkembangan layanan. Tanggal peluncuran bukan jaminan bahwa kelas, terminal atau jadwal yang diumumkan pada masa itu sama dengan pengoperasian terbaru. [1][2]
- Nama layanan: Kereta Api Majapahit.
- Operator: PT Kereta Api Indonesia (Persero).
- Kategori: angkutan penumpang antarkota.
- Relasi: Pasar Senen (Jakarta)–Malang, pulang-pergi melalui Semarang dan Solo Jebres.
- Awal pengoperasian: 21 September 2012 dengan nama Majapahit; pendahulu Senja Kediri dan Senja Singosari.
- Kelas: Ekonomi; ekonomi Stainless Steel New Generation pada layanan 2026.
Majapahit perlu dibedakan dari Singasari dan Matarmaja: walau berbagi sebagian lintas atau terminal, sejarah, kelas serta pola perjalanannya tidak sama.
Asal-usul Nama Majapahit
Nama Majapahit berasal dari Kerajaan Majapahit, kerajaan besar di Nusantara yang berkembang sejak akhir abad ke-13 dan berpusat di kawasan Jawa Timur. Pemilihan nama tersebut menonjolkan jejak sejarah wilayah tujuan kereta, yaitu Malang dan kawasan timur Pulau Jawa. Nama ini merupakan rujukan kerajaan, bukan berarti ada stasiun bernama Majapahit atau layanan yang mengitari seluruh bekas wilayah kerajaan. [2]
Nama kereta merupakan identitas pelayanan; asal nama tidak selalu menjadi petunjuk wilayah perhentian atau jenis sarana yang digunakan.
Pengoperasian Kereta Api Majapahit
Sejarah pengoperasian
Sebelum bernama Majapahit, terdapat perjalanan Senja Kediri yang mulai melayani Jakarta–Kediri pada akhir 2009 lalu diperpanjang ke Malang. Nama layanan sempat menjadi Senja Singosari pada Maret 2012. Kementerian Perhubungan mencatat rangkaian kereta ekonomi AC Majapahit untuk relasi Pasar Senen–Malang telah diresmikan pada 14 Agustus 2012 guna membantu angkutan mudik. Nama Majapahit digunakan pada layanan yang mulai beroperasi 21 September 2012. [1][2]
Perkembangan rangkaian dan pelayanan
Majapahit merupakan salah satu pilihan perjalanan malam Jakarta–Malang melalui jalur utara menuju Semarang sebelum berbelok ke pedalaman Jawa. KAI mencatat Majapahit dalam daftar layanan ekonomi yang menggunakan Stainless Steel New Generation pada publikasi 6 Juni 2026. Dengan demikian, informasi lama mengenai konfigurasi kursi dan sarana tidak selalu menggambarkan armada saat ini. Nomor KA, jumlah kereta, dan tarif dapat berganti sesuai GAPEKA. [3][1]
Pengaturan waktu, kelas, dan formasi dapat disesuaikan oleh operator pada penerapan Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA). Sebelum membeli tiket, periksa nama layanan serta nomor perjalanan yang berlaku untuk tanggal yang dipilih.
Stasiun Pemberhentian Kereta Api Majapahit
Koridor dan stasiun utama
Stasiun terminal adalah Pasar Senen dan Malang. Lintas perjalanan melewati Cirebon, Tegal, Semarang Tawang, Solo Jebres, Madiun, Kertosono, Kediri, Tulungagung, Blitar, Kepanjen hingga Malang. Tidak semua stasiun yang dilintasi menjadi lokasi berhenti komersial pada setiap perjalanan. Majapahit berbeda dari kereta Jakarta–Malang yang melewati Yogyakarta dan Purwokerto, karena lintasnya melalui Semarang. [1][3]
Perhatian: stasiun yang dilintasi tidak selalu membuka layanan naik-turun. Gunakan situs resmi KAI atau aplikasi Access by KAI untuk memastikan pemberhentian dan jadwal tanggal perjalanan.
Jadwal Terbaru — GAPEKA 2025
KA | Kereta | Asal | Tujuan | Berangkat | Tiba | Durasi | Status |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
246 | PSE | ML | 17:40 | 06:28 (+1 hari) | 12j 48m | REGULER | |
245 | ML | PSE | 17:45 | 06:42 (+1 hari) | 12j 57m | REGULER |
- Berangkat17:40KA 246Stasiun asal
PSEStasiun tujuanML - Berangkat17:45KA 245Stasiun asal
MLStasiun tujuanPSE