Kereta Api Blora Jaya merupakan layanan PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang berhubungan dengan koridor Cepu–Semarang, pulang-pergi melalui Randublatung, Kradenan, Ngrombo. Profil ini menguraikan asal-usul nama, sejarah operasi, dan stasiun utama tanpa menyamakan jadwal historis dengan keberangkatan yang tersedia saat ini. [1]
Profil Kereta Api Blora Jaya
Dalam arsip GAPEKA, satu nama kereta dapat memiliki beberapa pola waktu, komposisi rangkaian, maupun nomor KA. Data dasar berikut perlu dibaca bersama periode penggunaan layanan dan informasi dari operator. [1][2]
- Nama layanan: Kereta Api Blora Jaya.
- Operator: PT Kereta Api Indonesia (Persero).
- Kategori: kereta penumpang regional.
- Relasi: Cepu–Semarang, pulang-pergi melalui Randublatung, Kradenan, Ngrombo.
- Riwayat awal: 15 Oktober 2009 sebagai Blora Jaya Ekspres; pernah dihentikan dan diaktifkan kembali.
- Kelas terdokumentasi: Ekonomi pada layanan regional yang dijual.
Berbeda dari kereta Ambarawa Ekspres, Blora Jaya saat ini terutama melayani konektivitas Cepu–Semarang, bukan perjalanan langsung ke Surabaya.
Asal-usul Nama Blora Jaya
Nama Blora Jaya berasal dari Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Stasiun Cepu di kawasan Blora merupakan salah satu terminal pentingnya. Kata Jaya melambangkan kemajuan daerah dan mudah dipahami sebagai identitas layanan yang menghubungkan Blora dengan Semarang. Ini bukan nama kereta dari seluruh lintas Jawa bagian utara, melainkan layanan regional yang terutama mendukung aktivitas masyarakat Cepu, Grobogan, dan Semarang. [2]
Penjelasan asal nama perlu dibedakan dari geografi jalur. Nama suatu kota atau gunung tidak selalu berarti kereta berhenti di lokasi tersebut.
Pengoperasian Kereta Api Blora Jaya
Sejarah pengoperasian
Layanan pendahulunya Blora Jaya Ekspres mulai beroperasi pada 15 Oktober 2009 menggunakan kereta rel diesel buatan PT INKA. Lintas awal menghubungkan Semarang, Cepu, dan Bojonegoro, sebelum perjalanan ke Bojonegoro berkurang dan dihentikan pada beberapa masa. Pada 2016, sebagian peran layanan Semarang–Surabaya dialihkan ke Ambarawa Ekspres; Blora Jaya juga sempat berhenti pada 2017 karena persoalan rangkaian lalu kembali beroperasi dengan rangkaian kereta biasa. Perubahan ini menjelaskan mengapa data Blora Jaya pada tahun berbeda tidak selalu menyebut terminal yang sama. [1][2]
Perkembangan kelas dan rangkaian
Dalam publikasi resmi 17 April 2026, KAI menegaskan bahwa Blora Jaya melayani relasi Cepu–Semarang pulang-pergi. Selama Januari–Maret 2026 layanan ini membawa 53.826 pelanggan, meningkat 72,76% dari periode sama pada 2025. KAI menggambarkan penggunaan kereta oleh pelajar, pekerja, dan masyarakat yang membutuhkan konektivitas antarwilayah. Data pertumbuhan penumpang tersebut adalah catatan layanan regional, bukan informasi jumlah kursi tersedia untuk tanggal tertentu. [1][3]
Nomor KA, jam keberangkatan, kelas, serta ketentuan berhenti mengikuti GAPEKA dan keputusan operasional yang berlaku. Gunakan informasi sejarah sebagai konteks, bukan untuk menetapkan jadwal tanpa pemeriksaan.
Stasiun Pemberhentian Kereta Api Blora Jaya
Lintas serta stasiun utama
KAI secara eksplisit menyebut koridor Cepu, Wadu, Randublatung, Doplang, Kradenan, Jambon, Ngrombo, Semarang Tawang, dan Semarang Poncol. Pada artikel KAI 2026, Wadu ditekankan sebagai stasiun penting bagi mobilitas masyarakat sekitar yang jarang terjangkau angkutan umum. Jadwal dan terminal dapat disesuaikan menurut nomor KA; daftar lintas ini tidak berarti semua perjalanan berhenti di setiap titik yang disebut. [1][3]
Perhatian: stasiun yang dilewati belum tentu menjadi pemberhentian untuk menaikkan atau menurunkan penumpang. Periksa nomor KA, stasiun dan tanggal pada situs resmi KAI atau aplikasi Access by KAI.
Jadwal Terbaru — GAPEKA 2025
KA | Kereta | Asal | Tujuan | Berangkat | Tiba | Durasi | Status |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
261 | CU | SMC | 05:15 | 07:47 | 2j 32m | REGULER | |
262 | SMC | CU | 19:35 | 22:04 | 2j 29m | REGULER |
- Berangkat05:15KA 261Stasiun asal
CUStasiun tujuanSMC - Berangkat19:35KA 262Stasiun asal
SMCStasiun tujuanCU