Kereta Api Kuala Stabas merupakan kereta api penumpang antarkota regional pada relasi Tanjungkarang (Bandar Lampung)–Baturaja, pulang-pergi. Artikel wiki ini memuat profil, asal-usul penamaan, pengoperasian, dan stasiun terkait, dengan membedakan jadwal lama serta perubahan yang sudah atau belum berlaku. [1]
Profil Kereta Api Kuala Stabas
Profil sebuah kereta tidak selalu sama dengan rincian setiap nomor perjalanan. Rute, kelas, jumlah perjalanan, dan penetapan stasiun berhenti perlu dibaca berdasarkan tahun GAPEKA dan tanggal pemesanan. [1][2]
- Nama: Kereta Api Kuala Stabas.
- Operator: PT Kereta Api Indonesia (Persero), Divre IV Tanjungkarang.
- Jenis: Kereta api penumpang antarkota regional.
- Relasi: Tanjungkarang (Bandar Lampung)–Baturaja, pulang-pergi.
- Riwayat: Mulai beroperasi 11 Juni 2018 sebagai layanan tambahan kemudian berkembang.
Kuala Stabas bukan layanan ke Palembang. Untuk perjalanan sampai Kertapati diperlukan produk kereta yang relasinya lebih panjang, seperti Rajabasa.
Asal-usul Nama Kuala Stabas
Nama Kuala Stabas diambil dari nama pelabuhan yang dikenal di wilayah Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Unsur kuala sering berkaitan dengan muara sungai atau kawasan pelabuhan. Pemilihan nama tersebut mengangkat identitas geografis Lampung, meskipun jalur kereta yang dilayani tidak mencapai Krui dan tidak langsung menuju pelabuhan di pesisir barat. [2]
Asal penamaan perlu dipisahkan dari rute operasi. Sebuah nama dapat menunjukkan identitas daerah tanpa berarti kereta mencapai tempat yang menjadi asal nama.
Pengoperasian Kereta Api Kuala Stabas
Sejarah layanan
Kuala Stabas mulai beroperasi pada 11 Juni 2018 sebagai salah satu perjalanan tambahan untuk angkutan Lebaran. Pada masa awal, kereta menghubungkan Tanjungkarang–Baturaja dengan frekuensi terbatas dan hanya singgah pada sejumlah stasiun. Setelah penghentian layanan Seminung dan Way Umpu, jumlah perjalanan Kuala Stabas bertambah mulai Desember 2019, sehingga layanan ini makin penting bagi masyarakat Lampung Utara dan Sumatera Selatan bagian selatan. [1][2]
Perkembangan operasional dan rangkaian
Layanan Kuala Stabas tercatat memiliki pelanggan sebanyak 377.928 orang selama Semester I 2026, menurut rilis resmi KAI pada Juli 2026. Kereta ini menawarkan pilihan perjalanan regional dan memiliki konfigurasi kelas ekonomi yang pernah menggunakan rangkaian premium. Penyesuaian kelas, nomor KA dan frekuensi harus dilihat menurut tanggal karena data dari GAPEKA 2018 maupun 2023 tidak selalu sesuai dengan kondisi 2026. [1][3]
Untuk perjalanan nyata, periksa nomor dan tanggal keberangkatan. Perubahan GAPEKA dapat mengubah jam serta stasiun berhenti; jadwal yang diumumkan untuk masa depan belum berlaku sebelum tanggal efektifnya.
Stasiun Pemberhentian Kereta Api Kuala Stabas
Lintas dan stasiun antara
Terminal utama adalah Tanjungkarang dan Baturaja. Jalurnya melalui kawasan Rejosari, Tegineneng, Bekri, Sulusuban, Kotabumi, Ketapang, Negara Ratu, Tulang Buyut, Blambangan Umpu, Way Tuba hingga Baturaja, dengan stasiun tambahan sepanjang lintas. Sebagian lokasi mungkin dilewati tanpa berhenti pada nomor perjalanan tertentu. [1][3]
Catatan: stasiun yang dilewati belum tentu menjadi tempat kereta berhenti untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Pastikan stasiun pilihan dan jadwal melalui situs resmi KAI atau aplikasi Access by KAI sebelum perjalanan.
Jadwal Terbaru — GAPEKA 2025
KA | Kereta | Asal | Tujuan | Berangkat | Tiba | Durasi | Status |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
S3 | BTA | TNK | 06:30 | 12:15 | 5j 45m | REGULER | |
S4 | TNK | BTA | 06:30 | 11:50 | 5j 20m | REGULER | |
S6 | TNK | BTA | 13:30 | 18:55 | 5j 25m | REGULER | |
S5 | BTA | TNK | 14:00 | 19:40 | 5j 40m | REGULER |
- Berangkat06:30KA S3Stasiun asal
BTAStasiun tujuanTNK - Berangkat06:30KA S4Stasiun asal
TNKStasiun tujuanBTA - Berangkat13:30KA S6Stasiun asal
TNKStasiun tujuanBTA - Berangkat14:00KA S5Stasiun asal
BTAStasiun tujuanTNK