Kereta Api Datuk Belambangan adalah kereta perintis/layanan lokal yang melayani relasi Tebing Tinggi–Lalang, pada koridor menuju Kuala Tanjung. Artikel ini merangkum profil layanan, asal nama, perkembangan operasi, serta stasiun penting dengan membedakan data historis dari jadwal sesuai tanggal keberangkatan. [1]
Profil Kereta Api Datuk Belambangan
Nama kereta pada arsip GAPEKA dapat bertahan meskipun nomor perjalanan, susunan rangkaian, atau terminal berubah. Profil ini digunakan untuk mengenali layanan dan konteks operasinya, bukan sebagai pengganti informasi tiket. [1][2]
- Nama layanan: Kereta Api Datuk Belambangan.
- Operator: PT Kereta Api Indonesia (Persero), Divre I Sumatera Utara.
- Jenis: kereta perintis/layanan lokal.
- Relasi utama: Tebing Tinggi–Lalang, pada koridor menuju Kuala Tanjung.
- Riwayat: Layanan perintis yang tercantum pada penugasan dan dokumen pemerintah; mengalami perubahan titik terminal.
Artikel membedakan lintas historis ke Kuala Tanjung dan pengoperasian 2025 ke Lalang agar tidak menampilkan tujuan salah sebagai jadwal pasti.
Asal-usul Nama Datuk Belambangan
Datuk Belambangan adalah nama lokal bercorak Melayu yang digunakan pada kereta perintis di wilayah Sumatera Utara. Gelar datuk dikenal dalam tradisi kepemimpinan masyarakat Melayu. Namun informasi dari operator yang diperoleh belum menguraikan secara pasti identitas sosok Belambangan sebagai sumber penamaan. Karena itu, asal nama tidak disamakan dengan tokoh tertentu yang belum terverifikasi. [1]
Penamaan kereta terkait budaya, identitas geografis atau sejarah, tetapi tidak memastikan seluruh stasiun yang dilalui mempunyai fasilitas naik-turun penumpang.
Pengoperasian Kereta Api Datuk Belambangan
Sejarah pengoperasian
Layanan perintis Datuk Belambangan pada dokumen pemerintah lama dijelaskan untuk koridor Tebing Tinggi–Pelabuhan Kuala Tanjung. Dalam perkembangannya, pola perjalanan yang tercatat pada 2025 menyebut Lalang–Tebing Tinggi. Perbedaan ini menggambarkan variasi terminal perjalanan dalam riwayat layanan, sehingga nama yang digunakan pada aturan tarif lama tidak otomatis sama dengan seluruh titik penjualan tiket terkini. [1]
Perkembangan layanan dan jadwal
Pada Maret 2025, KAI Divre I Sumut menyampaikan bahwa perjalanan Datuk Belambangan kembali normal setelah gangguan di petak jalan Lalang–Tanjung Gading. RRI mencatat bahwa beberapa perjalanan bernomor U61, U63 dan U64 sempat dibatalkan saat gangguan itu. KAI juga memasukkan Datuk Belambangan dalam rekap jumlah pelanggan pada 2025. Layanan perintis dapat mengalami penyesuaian operasi dan harus ditinjau melalui pengumuman KAI. [1][2]
Perubahan GAPEKA, kebutuhan angkutan khusus, dan kesiapan sarana dapat mengubah jam maupun frekuensi perjalanan. Selalu gunakan informasi berdasarkan tanggal tiket dan bukan hanya tabel jadwal tahun lalu.
Stasiun Pemberhentian Kereta Api Datuk Belambangan
Koridor serta stasiun antara
Simpul penting yang berkaitan dengan koridor adalah Tebing Tinggi, Bandar Tinggi, Tanjung Gading, Lalang serta koneksi menuju Pelabuhan Kuala Tanjung dalam riwayat lintas. Tidak semua nama tempat tersebut harus menjadi tempat naik-turun penumpang pada setiap nomor KA. Pastikan perjalanan benar-benar tersedia dengan terminal yang diinginkan. [1][2]
Catatan: stasiun yang dilintasi tidak selalu menjadi lokasi berhenti untuk setiap nomor KA. Cek stasiun naik, tujuan, dan arah perjalanan menggunakan KAI atau kanal operator yang relevan sebelum berangkat.
Jadwal Terbaru — GAPEKA 2025
KA | Kereta | Asal | Tujuan | Berangkat | Tiba | Durasi | Status |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
U62 | TBI | LAG | 08:00 | 08:56 | 0j 56m | REGULER | |
U61 | LAG | TBI | 09:55 | 10:59 | 1j 4m | REGULER | |
U64 | TBI | LAG | 11:45 | 12:41 | 0j 56m | REGULER | |
U63 | LAG | TBI | 13:05 | 14:01 | 0j 56m | REGULER |
- Berangkat08:00KA U62Stasiun asal
TBIStasiun tujuanLAG - Berangkat09:55KA U61Stasiun asal
LAGStasiun tujuanTBI - Berangkat11:45KA U64Stasiun asal
TBIStasiun tujuanLAG - Berangkat13:05KA U63Stasiun asal
LAGStasiun tujuanTBI