Nama kereta api yang berubah nama pada Gapeka 2026 menjadi informasi penting bagi penumpang yang biasa bepergian menggunakan KA jarak jauh. Mulai 1 Desember 2026, sejumlah nama layanan disederhanakan atau disatukan. Nama yang selama ini akrab di telinga, seperti Sembrani, Argo Wilis, Gumarang, dan Kertajaya, muncul dengan nama layanan berbeda dalam daftar penyesuaian.
Bagi pelanggan lama, perubahan ini mungkin membutuhkan sedikit penyesuaian. Kereta yang dulu dikenal dari namanya belum tentu bisa dicari dengan nama yang sama ketika membeli tiket untuk keberangkatan Desember 2026. Berikut daftar 20 nama KA dalam data acuan redaksi, penjelasannya, serta hal-hal yang sebaiknya diperiksa agar tidak salah jadwal.
Apa Itu Gapeka 2026 dan Kapan Mulai Berlaku?
Gapeka adalah singkatan dari Grafik Perjalanan Kereta Api, yaitu acuan pengaturan perjalanan kereta di jaringan perkeretaapian. Dalam praktiknya, perubahan Gapeka dapat memengaruhi jam berangkat, jam tiba, pola perjalanan, maupun stasiun pemberhentian. Karena itu, Gapeka bukan hanya urusan perubahan nama kereta.
Peralihan dari Gapeka 2025 ke Gapeka 2026 direncanakan berlaku 1 Desember 2026. KAI telah membuka pemesanan tiket keberangkatan mulai tanggal tersebut pada 1 November 2026 pukul 00.01 WIB melalui Access by KAI. Informasi pembukaan pemesanan dan penyesuaian perjalanan ini diberitakan ANTARA berdasarkan keterangan KAI.
Secara umum, tiket kereta api antarkota dapat dipesan mulai H-45, sesuai ketentuan KAI. Namun, pembukaan tiket 1 Desember pada 1 November adalah jadwal pembukaan khusus dalam masa transisi Gapeka, sehingga tidak berarti 1 November merupakan H-45 dari 1 Desember. Rentang kedua tanggal tersebut adalah 30 hari. Penumpang tetap perlu mengikuti tanggal penjualan yang tampil di kanal resmi.
Daftar 20 Nama Kereta Api yang Berubah pada Gapeka 2026

Tabel Nama KA Lama dan Nama Baru
Berikut rangkuman nama kereta api lama, relasi, dan nama yang tercantum dalam daftar penyesuaian Gapeka 2026. Tabel ini mengacu pada data awal redaksi; nama komersial, nomor KA, stasiun, dan jadwal akhir tetap harus dicocokkan dengan hasil pencarian tiket di Access by KAI.
No. |
Nama KA Sebelumnya |
Relasi |
Nama pada Gapeka 2026 |
|---|---|---|---|
1 |
Sembrani |
SBI–GMR PP |
Anggrek |
2 |
Argo Anjasmoro |
SBI–GMR PP |
Anggrek |
3 |
Argo Semeru |
SGU–GMR PP |
Bima |
4 |
Argo Wilis |
SGU–BD PP |
Turangga |
5 |
Gumarang |
SBI–PSE PP |
Dharmawangsa |
6 |
Dharmawangsa Ekspres |
SBI–PSE PP |
Dharmawangsa |
7 |
Kertajaya |
SBI–PSE PP |
Dharmawangsa |
8 |
Gaya Baru Malam Selatan |
SGU–PSE PP |
Gaya Baru Selatan |
9 |
Jayakarta |
SGU–PSE PP |
Nakula |
10 |
Matarmaja |
ML–PSE PP |
Majapahit |
11 |
Blambangan Ekspres |
KTG–PSE PP |
Blambangan |
12 |
Malioboro Ekspres |
ML–PWT PP |
Kertanegara |
13 |
Ijen Ekspres |
KTG–ML PP |
Ijen |
14 |
Ambarawa Ekspres |
SBI–SMC PP |
Ambarawa |
15 |
Arjuno Ekspres |
ML–SGU PP |
Arjuno |
16 |
Bogowonto |
LPN–PSE PP |
Progo |
17 |
Gajahwong |
LPN–PSE PP |
Progo |
18 |
Tawang Jaya |
SMT–PSE PP |
Menoreh |
19 |
Tawang Jaya Premium |
SMT–PSE PP |
Menoreh |
20 |
Jaka Tingkir |
SLO–PSE PP |
Mataram |
Catatan: PP berarti pulang-pergi. Ada 20 entri nama sebelumnya yang dikelompokkan ke dalam 15 nama tujuan pada tabel; ini bukan berarti ada 20 kereta baru. Pada data lain yang beredar, pemetaan beberapa layanan, terutama Gaya Baru Malam Selatan, tidak selalu ditulis sama. Utamakan nama yang tertera di aplikasi resmi untuk tanggal perjalanan yang dipilih.
Keterangan Kode Stasiun dan Relasi
Supaya lebih mudah membaca tabel, berikut arti kode stasiun yang digunakan: SBI = Surabaya Pasarturi; GMR = Gambir; SGU = Surabaya Gubeng; BD = Bandung; PSE = Pasar Senen; ML = Malang; KTG = Ketapang; PWT = Purwokerto; SMC = Semarang Poncol; LPN = Lempuyangan; SMT = Semarang Tawang; dan SLO = Solo Balapan.
Perhatian khusus untuk Tawang Jaya: data acuan tabel menuliskan SMT–PSE, sedangkan layanan Tawang Jaya pada Gapeka 2025 dikenal berangkat dari Semarang Poncol (SMC). Jangan menganggap kedua stasiun Semarang tersebut sama. Periksa lokasi keberangkatan yang benar saat memesan tiket.
Perubahan Nama Kereta Api yang Paling Menarik Perhatian
Sembrani dan Argo Anjasmoro Menjadi Anggrek
Untuk koridor Surabaya Pasarturi–Gambir, nama KA Sembrani dan Argo Anjasmoro masuk ke kelompok nama Anggrek. Bagi penumpang yang selama bertahun-tahun mencari nama Sembrani, perubahan ini cukup terasa. Dalam pencarian tiket, lebih aman menggunakan kombinasi rute dan tanggal perjalanan daripada hanya mengandalkan nama layanan lama.
Nama yang sama juga tidak otomatis menunjukkan waktu berangkat atau jenis rangkaian yang identik. Cek pilihan kereta yang tersedia dan keterangannya sebelum melanjutkan pembayaran.
Argo Semeru Menjadi Bima, Argo Wilis Menjadi Turangga
Pada relasi Stasiun Surabaya Gubeng–Gambir, Argo Semeru dikelompokkan ke dalam nama Bima. Penumpang lama bisa membaca informasi Kereta Api Bima untuk mengenali layanan yang selama ini sudah dikenal, tetapi jadwal Gapeka sebelumnya tidak boleh dijadikan patokan otomatis untuk Desember 2026.
Sementara itu, KA Argo Wilis pada relasi Surabaya Gubeng–Bandung masuk ke nama Turangga. Dua contoh ini menunjukkan mengapa penumpang yang terbiasa menghubungkan satu nama dengan jam keberangkatan tertentu perlu membiasakan diri mengecek jam dan nomor perjalanan.
Gumarang dan Kertajaya Menjadi Dharmawangsa
Perubahan lain yang cukup besar terjadi pada koridor Surabaya Pasarturi–Pasar Senen. KA Gumarang, Dharmawangsa Ekspres, serta KA Kertajaya dikelompokkan ke bawah nama Dharmawangsa.
Penggabungan identitas menjadi satu nama dapat mempermudah pencarian berdasarkan rute. Tetapi ingat, nama yang sama tidak selalu berarti kelas, fasilitas, atau komposisi rangkaian yang sama untuk seluruh keberangkatan. Pelanggan tetap perlu membandingkan keterangan kelas dan layanan di halaman pemesanan.
Bogowonto dan Gajahwong Menjadi Progo
Di relasi Lempuyangan–Pasar Senen, nama KA Bogowonto dan KA Gajahwong tercantum menjadi Progo. Bagi pengguna rutin jalur Yogyakarta–Jakarta, nama KA Progo sebenarnya bukan nama asing. Yang berubah adalah cakupan penggunaannya dalam daftar penamaan layanan.
Karena beberapa perjalanan bisa memakai nama sama, pastikan Anda memilih keberangkatan yang memang sesuai dengan waktu, kelas, dan stasiun tujuan.
Perubahan Nama KA Lainnya
Selain kelompok tersebut, Jayakarta masuk ke nama Nakula, sementara Gaya Baru Malam Selatan tercantum disederhanakan menjadi Gaya Baru Selatan dalam data acuan. Ada perbedaan penulisan pada sejumlah publikasi awal yang memasukkan Gaya Baru Malam Selatan ke kelompok Nakula. Karena itu, calon penumpang perlu mengecek hasil pencarian pada tanggal perjalanan sebelum menyimpulkan bahwa kedua nama tersebut dapat dipertukarkan.
Nama KA Matarmaja menjadi Majapahit; penumpang dapat membaca profil KA Majapahit sebagai bahan pengenalan nama yang digunakan. Blambangan Ekspres, Ijen Ekspres, Ambarawa Ekspres, dan Arjuno Ekspres juga tercantum dengan nama yang lebih singkat, sedangkan Malioboro Ekspres menjadi Kertanegara dan Jaka Tingkir menjadi Mataram.
Dari Semarang, KA Tawang Jaya bersama Tawang Jaya Premium dikelompokkan menjadi Menoreh. Kembali perlu diingat, perubahan nama tidak boleh dijadikan satu-satunya dasar untuk menentukan stasiun keberangkatan.
Kelebihan dan Kekurangan Penyederhanaan Nama Kereta Api
Nama Kereta Lebih Mudah Diingat
Penyatuan sejumlah layanan ke dalam satu nama dapat membuat daftar kereta terlihat lebih sederhana. Misalnya, penumpang cukup mengenali nama Anggrek untuk kelompok perjalanan yang sebelumnya memakai beberapa nama di koridor Surabaya Pasarturi–Gambir. Dari sisi informasi rute, pola seperti ini berpotensi memudahkan pencarian dan komunikasi.
Nama Legendaris Tidak Lagi Digunakan
Di sisi lain, nama kereta bukan sekadar label dalam aplikasi. Sembrani, Argo Wilis, Gumarang, dan Kertajaya telah dikenal banyak penumpang dalam waktu lama. Nama tersebut juga menyimpan ingatan tentang perjalanan, pelayanan, dan perubahan dunia perkeretaapian dari masa ke masa. Ketika nama itu disatukan ke merek lain, ada identitas historis yang tidak lagi muncul dalam daftar layanan.
Risiko Salah Mengenali Jadwal dan Fasilitas
Penumpang yang dulu menganggap Bima identik dengan perjalanan malam, misalnya, tidak seharusnya langsung menyimpulkan bahwa setiap pilihan bernama Bima berangkat malam pada Gapeka 2026. Hal serupa berlaku untuk fasilitas: nama layanan yang sama belum tentu menampilkan kelas atau sarana yang seragam pada setiap pilihan perjalanan.
Kesimpulannya, penyederhanaan nama bisa membantu penumpang baru, tetapi penumpang lama perlu membiasakan diri membaca detail pemesanan, bukan hanya nama KA.
Tips agar Tidak Salah Naik Kereta setelah Gapeka 2026
Cek Nama KA dan Nomor Perjalanan
Setelah memilih rute, perhatikan nama kereta dan nomor perjalanan yang muncul di tiket. Dua pilihan dengan nama sama dapat memiliki nomor perjalanan yang berbeda. Saat tiba di stasiun, cocokkan detail tersebut dengan papan informasi dan arahan petugas.
Periksa Jam dan Tanggal Keberangkatan
Jangan memakai kebiasaan jadwal lama sebagai patokan. Cek kembali jam berangkat dan tanggalnya, terutama untuk perjalanan malam atau layanan yang melewati pergantian hari. Simpan tiket atau kode pemesanan agar mudah diperiksa kembali.
Pastikan Stasiun Asal, Tujuan, dan Kelas Layanan
Periksa seluruh rincian, termasuk kelas ekonomi atau eksekutif yang tersedia pada perjalanan pilihan Anda. Hal ini penting untuk kota yang memiliki lebih dari satu stasiun besar, seperti Semarang dan Surabaya. Untuk perjalanan menuju Jakarta, cek apakah tiket menunjukkan Gambir atau Stasiun Pasar Senen. Keduanya bukan stasiun yang sama.
Gunakan Access by KAI
Anda dapat membaca panduan cara memesan tiket melalui Access by KAI, lalu buka aplikasi resmi untuk mencari tanggal keberangkatan dan rute yang diinginkan. Pilih perjalanan berdasarkan hasil yang tersedia, tinjau data penumpang, kelas, nomor KA, jam, dan stasiun sebelum membayar. Jika informasi berbeda dengan daftar nama yang beredar, ikuti rincian tiket resmi dan hubungi Contact Center KAI 121 untuk klarifikasi.
Pertanyaan Seputar Perubahan Nama KA Gapeka 2026
Apakah kereta yang berganti nama berhenti beroperasi?
Tidak selalu. Penghilangan nama dari daftar komersial tidak otomatis berarti layanan perjalanannya dibatalkan. Sebagian perjalanan dapat digabung ke identitas nama lain. Untuk mengetahui perjalanan apa yang tersedia, cari langsung rute dan tanggalnya pada kanal pemesanan resmi.
Apakah jadwal keretanya tetap sama?
Belum tentu. Gapeka 2026 mencakup penyesuaian pola perjalanan dan waktu. Karena itu, jadwal yang pernah digunakan pada Gapeka 2025 tidak sebaiknya dijadikan acuan untuk keberangkatan mulai 1 Desember 2026.
Kapan tiket dengan nama baru mulai bisa dipesan?
KAI membuka pemesanan tiket untuk keberangkatan mulai 1 Desember 2026 pada 1 November 2026. Ketersediaan kereta untuk masing-masing tanggal mengikuti sistem pemesanan KAI. Untuk tanggal lain, periksa kalender pemesanan yang tersedia dan ketentuan pembelian yang berlaku.
Penutup
Itulah rangkuman nama kereta api yang berubah nama pada Gapeka 2026 berdasarkan 20 entri data acuan. Penyatuan nama bertujuan menyederhanakan identitas layanan, tetapi penumpang juga perlu beradaptasi karena beberapa nama yang sudah lama digunakan tidak lagi tampil seperti sebelumnya.
Sebelum bepergian mulai 1 Desember 2026, teliti kembali tanggal, jam, stasiun asal-tujuan, nomor KA, kelas, dan nama yang tercetak pada tiket. Jangan sampai salah jadwal atau salah naik kereta hanya karena terbiasa dengan nama lama. Semoga informasi ini bermanfaat untuk merencanakan perjalanan Anda.
Referensi
- ANTARA, 1 November 2026 — keterangan KAI mengenai pembukaan pemesanan tiket mulai 1 Desember 2026 dan persiapan Gapeka 2026.
- PT KAI, 27 Januari 2026 — penjelasan skema pemesanan tiket reguler H-45.
- PT KAI — Syarat dan Ketentuan Pemesanan Tiket KA Antarkota.
- Kereta Api Kita, 1 November 2026 — salah satu publikasi awal daftar perubahan nama; sebagian perinciannya berbeda dari data acuan redaksi.
Catatan pembaruan: daftar nama di atas disusun dari data acuan redaksi per 2 November 2026. KAI dapat melakukan penyesuaian pada nama, relasi, fasilitas, dan jadwal. Pastikan rincian terakhir di kanal resmi sebelum berangkat.